Tertinggal 4 Persen, Proyek TPU Purutrejo Dipercepat

PURWOREJO, Radar Bromo – Proyek pembangunan tempat pemakaman umum (TPU) Purut 3 yang dilanjutkan tahun ini terus dikebut. Hal itu dikarenakan pekerjaan proyek yang sedikit terlambat dari jadwal. Progres pekerjaan juga sempat tertinggal dari target yang ditentukan Pemkot Pasuruan.

Kabid Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Maf’udi menyampaikan, jika proyek itu mulai berjalan awal Oktober lalu. Ia sendiri sempat menargetkan jika proyek ditarget mulai dikerjakan paling lambat September. “Kami targetkan pekerjaan ini bisa selesai pada pertengahan Desember nanti,” kata Uung.

Dia mengakui jika pekerjaan sempat mengalami ketertinggalan dari target yang ditentukan pada bulan Oktober lalu. Seharusnya, progres pekerjaan sudah mencapai 11,64 persen. Tetapi, dari laporan yang diterima progres pekerjaan baru mencapai 7,64 persen. “Itu, laporan per tanggal 26 Oktober, ada ketertinggalan 4 persen dari target rencana,” ujar Uung.

Ia membeberkan, ketertinggalan progres itu terjadi lantaran mobilisasi alat yang dilakukan pihak ketiga terlambat. Padahal, material yang dibutuhkan sudah datang. Tetapi, ekskavator yang diperlukan untuk menggali lahan terlambat. “Mestinya sesuai jadwal saat itu sudah mulai penggalian, tapi menunggu alat belum datang,” bebernya.

Pihaknya tak ingin pekerjaan proyek itu nantinya molor. Karena itu, Pemkot langsung meminta pelaksana selaku pihak ketiga untuk segera mempercepat pekerjaan. “Sudah kami undang untuk percepatan pekerjaan dan kami minta pelaksana untuk mengejar ketertinggalan ini,” terangnya.

Pihaknya berharap, proyek senilai Rp 1,7 miliar itu bisa rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan. Proyek lanjutan itu menuntaskan pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan sebelumnya.

Tahun 2018, pembangunan berupa penataan empat blok yang dilengkapi dengan jalan paving setapak. Di samping itu juga pembangunan pagar pembatas dan pintu gerbang di sisi timur dan utara.

Tetapi, ada beberapa titik yang belum bisa dikerjakan tahun lalu. Misalnya, pagar keliling yang belum semuanya tuntas. Oleh karena itu, pembangunan dilanjutkan tahun ini. Tak hanya merampungkan pembangunan pagar pembatas saja. Melainkan juga menyediakan sejumlah fasilitas lainnya seperti pos jaga serta gudang perlengkapan makam. (tom/mie)