Penangguhan Penahanan di Polisi Gagal, Caleg Gerindra yang Tersandung Ijazah Palsu Upayakan Kesini

PAJARAKAN, Radar Bromo – Peluang anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir mendapatkan penangguhan penahanan dari Polres Probolinggo, semakin tipis. Karenanya, tersangka kasus ijazah palsu itu berencana mengajukannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo.

Namun, Kuasa Hukum Abdul Kadir, Hosnan Taufik masih menunggu berkas perkara kliennya dinyatakan lengkap alias P-21. Sebab, jika belum dinyatakan P-21, perkaranya masih ditangani kepolisian. “Harapan untuk ditangguhkan pihak kepolisian kayaknya sudah tidak ada. Sebab, hingga berkasnya masuk Kejaksaan, belum juga disetujui,” ujar Hosnan Taufik.

Ia mengaku, kini pihaknya menunggu berkas perkara kliennya dinyatakan lengkap. Setelah itu, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan ke Kejari. “Kami berharap nanti disetujui Kejaksaan. Harapan untuk penangguhan pihak kepolisian sudah tidak mungkin,” ujarnya.

Jika pengajuan penangguhan ke Kejari tidak disetujui juga, Hosnan mengaku, akan mengajukan penangguhan ke Pengadilan. Upaya itu merupakan upaya terakhir yang dilakukan pihaknya. “Kami menyayangkan langkah pihak kepolisian yang tidak memberitahu (pengajuan penangguhan penahanan) disetujui atau ditolak. Sampai sekarang tidak ada surat balasan sebagai administratif,” ujar Hosnan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan surat pengajuan penangguhan penahanan yang dilayangkan kuasa hukum tersangka sudah diterima. Serta, sudah diajukan kepada Kapolres Probolinggo. “Menunggu persetujuan pimpinan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengatakan berkas perkara yang menjerat Kadir masih P-19 alias belum lengkap. Sebab, ada beberapa syarat formil dan materiel yang harus dilengkapi penyidik. “Berkas itu telah dikembalikan kepada kami. Saat ini kami periksa ulang berkasnya,” ujarnya.

Ardian menjelaskan, jika berkasnya sudah tidak ada kekurangan, pihaknya akan langsung menyatakan P-21. Namun, sejauh ini berkasnya masih diteliti ulang. “Kemungkinan minggu ini kami nyatakan sempurna (P-21). Saat ini masih kami teliti ulang,” ujarnya. (sid/rud/fun)