Juragan Sayur yang Dirampok dan Dibacok Sempat Duel dengan Dua Pelaku

BANTARAN, Radar Bromo – Aksi kawanan perampok berhasil menjarah rumah seorang juragan sayur di Dusun Karanganyar RT 4/RW II, Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, masih diselidiki polisi. Sementara Slamet Wiryono, 45, yang yang menjadi korban mengalami tiga luka bacok di tubuhnya.

Korban pun dilarikan ke Puskesmas Bantaran. Namun, karena lukanya parah, korban dirujuk ke RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo. Dia mengalami luka bacok di paha kiri, betis kanan, dan bahu kanan.

Perampokan itu sendiri terjadi Senin (11/11) pukul 03.30. Perampok terdiri atas enam orang dan membawa celurit. Mereka berhasil membawa kabur satu mobil dan dua unit motor milik korban. Yaitu, pikap L300 nopol N 9221 NJ, motor trail Kawasaki LX nopol N 6665 PG, dan Kawasaki Ninja nopol N 2045 QR. Kawanan rampok yang datang pun leluasa mencuri tiga kendaraan itu. Mereka mencuri pikap serta dua unit motor sekaligus.

Ali Mustofa, 49, saksi mata mengatakan, perampokan itu terjadi sekitar pukul 03.30. Awalnya, istrinya, Nur Hayati, 40, yang mengetahui perampokan itu. Istrinya lantas membangunkan dirinya. Saat bangun, Mustofa panggilannya, melihat dari kaca jendela rumahnya kawanan rampok sudah beraksi di rumah korban. Dua pelaku ada di dalam mobil dan dua lainnya membawa celurit.

”Istri saya lantas lari ke belakang untuk membangunkan Slamet di rumah sebelah,” kata Mustofa, yang tidak lain sepupu korban.

Mustofa yang rumahnya berdempetan dengan rumah korban mengaku, berusaha menggagalkan perampokan itu. Namun, entah kenapa, saat hendak keluar rumah, kunci pintu rumah sulit dibuka.

Hingga akhirnya, Mustofa melihat korban Slamet keluar rumah menghadapi dua pelaku yang membawa sajam. Tidak lama kemudian, kunci pintu rumahnya bisa dibuka.

Namun nahas, saat hendak keluar dari pintu, tiba-tiba seorang pelaku mengayunkan celurit ke arahnya. Untungnya, celurit itu mengenai kaca jendela rumahnya.

”Ini kaca jendela pecah karena kena celurit pelaku. Pas saya mau keluar, langsung dibacok sama pelaku, tapi gak kena. Bacokan itu kena kaca jendela. Kemudian, pelaku itu lari,” terangnya.

Mustofa lantas mengejar pelaku yang kabur. Dia melempar pot bunga ke kaca samping pikap, saat pikap itu dibawa kabur para pelaku. Karena pikap berhasil kabur, dirinya lantas mengejar tiga pelaku lain yang naik motor. Saat itu, dua motor milik pelaku sudah terparkir di tepi jalan depan rumah korban.

”Saya sempat mengejar motor pelaku, sambil teriak maling, tapi pelaku berhasil lolos. Saya kejar naik motor ke arah utara, tapi sudah tidak ada,” terangnya.

Mustofa mengaku, tidak mengenali wajah para pelaku. Termasuk dirinya tidak terpikir untuk melihat nopol motor pelaku. ”Saya tidak kenal ciri-ciri pelaku. Kalau pelaku dalam mobil, tidak menggunakan penutup wajah. Dua pelaku lainnya yang naik motor, pakai helm. Lalu, satu pelaku pakai penutup kepala tapi wajahnya tidak tertutup,” paparnya.

Ariyanto, 39, adik sepupu korban menambahkan, korban sedang tidur di kamarnya saat perampokan terjadi. Korban lantas terbangun saat mendengar suara dari garasi di rumahnya.

Korban pun keluar untuk mengecek garasi. Saat itulah korban melihat beberapa orang mendorong keluar pikap yang bermuatan dua motor trail. “Kakak melihat tiga orang mendorong pikap keluar dari garasi. Kakak lantas berteriak dan mengejar agar mobil itu tidak dicuri,” ujarnya.

Kepergok oleh korban, membuat pelaku melakukan perlawanan. Karena itu, terjadi duel antara korban dengan perampok. Namun, korban akhirnya roboh dibacok seorang pelaku.

“Karena melawan, satu dari pelaku membacok kakak saya. Bacokan tersebut mengenai paha kiri, betis kanan, dan bahu kanan,” terangnya.

Berhasil mengeluarkan mobil dari tempat parkir, perampok kemudian mendorong mobil tersebut hingga mesinnya menyala. Lantas mengemudikannya ke arah utara.

Selain mereka, menurut Ariyanto, ada tiga pelaku lain yang menunggu di depan rumah korban. Mereka naik dua motor. Setelah tiga rekannya kabur dengan pikap, tiga pelaku yang naik dua motor juga kabur.

“Kuncinya masih ada di rumah, jadi mereka mendorong sampai mesin mobil itu hidup. Mobil itu dibawa ke arah utara kemungkinan ya ke arah Wonoasih,” paparnya.

Kapolsek Bantaran, Iptu Jamhari membenarkan perampokan yang terjadi di rumah korban. Pihaknya menurut Jamhari, mendapat kabar tentang perampokan itu, sekitar pukul 03.30.

Saat itu juga, petugas langsung meluncur ke TKP. Termasuk berusaha menelusuri jejak pikap dicuri kawanan perampok itu. Namun sayang, jejak pikap hilang dari bantaran ke arah Patalan, Kecamatan Wonomerto.

”Saya dapat informasi awal jam 3 lebih, langsung keluar menelusuri. Tapi kami tidak menemukan mobil yang dicuri itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Kapolsek menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Sesaat setelah kejadian, pihaknya melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukan satu helm milik pelaku yang ditinggal.

”Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian helm milik pelaku. Sekarang kami amankan untuk proses penyelidikan,” ujarnya.

Dalam curas itu dikatakan Kapolsek, pelaku mencuri sebuah mobil dan dua unit motor milik korban. Dua unit motor ada di atas pikap. (mas/ar/hn/fun)