Senangnya Siswa SDN Gentong Diajak Nyanyi Bersama, Salah Satu Upaya untuk Trauma Healing

NYANYI BERSAMA: Sejumlah siswa SDN Gentong bernyanyi bersama di halaman belakang sekolah yang ada di Jalan KH Sepuh 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo. Meski hanya di bawah tenda, nampak siswa sangat bergembira. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Penuh tawa dan keceriaan. Demikianlah suasana halaman belakang SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu (9/11). Ratusan siswa bernyanyi bersama, bermain kata, dan bergembira.

Untuk pertama kali, Sabtu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan memberikan trauma healing pada siswa-siswi SDN Gentong. Bukan semua siswa. Hanya siswa di empat kelas yang atapnya ambruk. Yaitu siswa kelas 2A, 2B, 5A dan 5B. Jumlahnya 120 anak.

Trauma healing itu dilakukan di halaman belakang sekolah yang ada di Jalan KH Sepuh 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo. Di bawah tenda besar. Di sana, kursi dijejer, layaknya di ruang kelas. Semua siswa menggunakan seragam pramuka, karena kemarin hari Sabtu.

Lalu di belakang mereka, para wali murid berdiri. Dari barisan belakang itu, mereka bisa menyaksikan kegembiraan anak-anak mereka untuk pertama kali, setelah insiden ambruknya atap empat ruang kelas yang mereka tempati.

Untuk sesaat, semua siswa mereka diajak melupakan insiden itu. Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik) di Dinas P dan K Kota Pasuruan, Amin Dja’far, memandu trauma healing tersebut.

Amin berhasil membuat para siswa itu tertawa, bergembira dan bercanda. Amin pun terlihat tidak canggung mengajak siswa bermain selama sekitar dua jam. Mulai pukul 08.30 sampai 10.30.

Amin menyebut, ini adalah salah satu cara Pemkot untuk membuat siswa kembali ceria. Harapannya, mereka bisa melupakan luka psikis maupun traumatis yang dialami.

Selama trauma healing, siswa diajak menyanyikan lagu yang mereka hafal dan bermain kata. “Kami memberikan rangsangan dengan menyanyikan satu lirik. Terus siswa melanjutkan dan langkah ini ampuh. Mereka menjadi tertawa,” sebutnya.

Salah seorang siswa kelas VA, Rizki Maulana, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Sebab dirinya bisa bernyanyi. Salah satu kegiatan yang sangat disukainya.

“Senang. Bisa nyanyi-nyanyi,” sebutnya tersipu malu saat diwawancarai oleh Jawa Pos Radar Bromo. (riz/hn/fun)