Maling Bobol Toko Arloji di Jalan Panglima Sudirman, Sikat Jam Mahal dan Kotak Amal

MAYANGAN, Radar Bromo – Sial benar nasib yang dialami Andrey Permana, 29. Toko arlojinya yang bernama Andrey Jam di Jalan raya Panglima Sudirman, Kelurahan Jati, Mayangan, dibobol maling. Alhasil, dia mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Andrey baru mengetahui tokonya dibobol maling, Sabtu pagi (9/11). Padahal saat dini hari, tepatnya pukul 01.10 ia masih ke tokonya untuk mengambil sepeda motor. Hanya saja di dalam tokonya belum ada hal yang mencurigakan.

Andrey Permana yang berasal asal Kelurahan Wiroborang, Kecamatan mengatakan, dia terakhir menutup tokonya pada Jumat (8/11). “Karena saya ada kegiatan ke luar kota, usai Jumatan saya tutup tokonya. Setelah selesai urusan di luar kota, saya kembali ke toko untuk mengambil motor dan pulang. Saat itu masih tidak ada masalah,” bebernya.

Paginya, pada saat itu hendak membuka toko jamnya, tampak di dalam lampu menyala. Selain itu kotak amal yang ada di atas etalase tidak ada. “Saat saya buka pintu rolling door, kok lampunya menyala sebagian,” terangnya.

Rupanya kotak amal itu berada di bawah etalase dengan kondisi kuncinya sudah dirusak. Sementara uangnya dikuras habis. Dari sanalah ia menyadari jika ada yang masuk ke tokonya.

Setelah itu memeriksa bagian toko, ia baru sadar jika bagian atapnya ada yang bolong. Rupanya pelaku masuk lewat atas usai menjebol atap toko. Setelah diperiksa ada dua arloji yang hilang. Jika dihitung dengan kotak amal dan juga celengan istrinya yang ditaruh di laci, kerugiannya ditaksir capai Rp 4 juta

“Untuk kotak amalnya lumayan uangnya. Soalnya mau penuh, mungkin Rp 1 juta ada. Selain itu uang celengan istri saya, sekitar Rp 400-an. Termasuk dua jam arloji. Yang satunya seharga Rp 250 ribu dan satu lagi cukup mahal yakni Rp 2,5 juta,” terangnya.

Menurutnya, pelaku yang masuk terburu-buru. Pasalnya, pelaku hanya mengambil dua arloji saja. Padahal kunci etalase melekat. Selain itu, hanya dua jam tangan saja yang diambilnya. Mengingat untuk jam tangan yang disimpan di dalam laci seharga Rp 2,5 juta ada 4 buah dan hanya diambil satu.

“Itupun hanya diambil jamnya saja. Sedangkan kotak atau tempat jamnya ditinggalkan begitu saja,” bebernya.

Menyikapi peristiwa tersebut, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi akan berupaya untuk melakukan penyelidikan. Meskipun pada saat kejadian korban tidak langsung melapor. Sehingga kondisi awal sudah berubah, dan juga sudah banyak warga yang masuk. Artinya sudah banyak sidik jari di dalam lokasi kejadian.

“Anggota sudah melakukan pemeriksaan. Kami dalami dan selidiki dulu termasuk akan dilakuan pemeriksaan saksi-saksi,” bebernya. (rpd/fun)