Giliran Menko PMK Muhadjir Effendy ke SDN Gentong, Bakal Bangun Sekolah Darurat

IKUT MENINJAU: Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy didampingi PLt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat meninjau SDN Gentong, Sabtu (9/11) siang. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo – Insiden ambruknya SDN Gentong, memantik pejabat pusat untuk datang ke lokasi. Setelah beberapa waktu lalu Mendikbud RI Nadiem Makarim datang ke Kota Pasuruan, Sabtu (9/11) siang giliran Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy yang datang.

Dalam kesempatan itu, eks Mendikbud RI itu juga memaparkan rencana Pemerintah Pusat yang hendak membangun sekolah darurat untuk SDN Gentong, Kota Pasuruan. Dalam waktu dekat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sekolah tersebut di sana.

Muhadjir Effendy datang ke SDN Gentong di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, sekitar pukul 14.30. Disana dia meninjau lokasi SDN yang ambruk, dan juga mendatangi relokasi di Madin Al Islamiyah.

Muhadjir pun menyayangkan ambruknya atap empat kelas SDN Gentong. Sebab, usia renovasi gedung yang ambruk belum sampai 10 tahun. Seharusnya, hal ini tidak terjadi kalau pembangunan dilakukan dengan baik.

MENYESALI: Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga menyayangkan insiden ambruknya atap yang menewaskan dua orang tersebut. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Ia mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk segera membangun sekolah darurat yang berstandar darurat bencana. Lahannya sendiri akan disiapkan oleh Pemkot Pasuruan.

“Sekolah darurat ini akan dibangun oleh Kementerian PUPR. Senin (11/11), tim teknis dari PUPR akan datang ke Kota Pasuruan,”ungkapnya.

Menurutnya, bangunan sekolah darurat ini sudah bisa berfungsi paling lambat sebelum tiga bulan. Sehingga, siswa dapat mengikuti KBM dengan baik dan nyaman.

“Sebenarnya sekolah yang menjadi relokasi bagi siswa cukup baik. Namun, kami ingin siswa dapat belajar dengan nyaman,” jelas Muhadjir.

Ke depan, Muhadji tidak ingin insiden di SDN Gentong kembali terulang. Karena itu, pembangunan melalui mekanisme swakelola bakal didampingi oleh tim dari SMK jurusan konstruksi atau perguruan tinggi dari teknik bangunan.

“Kalau yang ini saya tidak tahu, karena pembangunannya dilakukan 2012. Cuma ke depannya untuk swakelola akan ada pendampingan,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Anisah Syakur berharap, ambruknya atap empat ruangan di SDN Gentong, menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Sehingga, insiden serupa tidak kembali terulang.

Dia pun berharap, SDN setempat segera mendapatkan penanganan berupa renovasi dari pemerintah. Sehingga, siswa kembali dapat belajar dengan baik dan nyaman.

“Kami sudah menyurati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar segera direalisasikan. Sebab ini kebutuhan yang sangat mendesak,” terang Anisah. (riz/hn/fun)