Absensi Sidik Jari Dicurangi, Pemkab Bakal Ganti Absensi Retina

DRINGU, Radar Bromo – Kedisiplinan para pegawai di lingkup Pemkab Probolinggo sempat mendapat sorotan. Sebabnya, ditemukan permainan titip absensi fingerprint (sidik jari) di lingkungan pemkab. Baik itu di lingkungan OPD, kecamatan, hingga kelurahan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, ada banyak pegawai yang titip absensi sidik jari. Caranya, satu oknum pegawai yang selalu di kantor, di-setting bisa dititipi absensi sembilan pegawai. Penitipan dilakukan dengan menggunakan sembilan sidik jari milik oknum pegawai tersebut.

Jadi, oknum pegawai ini, bisa absen sidik jari untuk dirinya sendiri. Selain itu, dia juga bisa absen sidik jari untuk sembilan temannya dengan menggunakan sembilan jarinya yang lain.

“Masalah kecurangan absensi sidik jari ini ditemukan oleh bupati dan wakil bupati. Ini sempat membuat bupati dan wakil bupati geram,” kata salah satu informan yang enggan namanya disebut.

Sekda Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono saat dikonfirmasi tidak menampik adanya kecurangan absensi sidik jari. Karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah.

Caranya, mengubah absensi sidik jari menjadi absensi retina mata (IRIS). Dengan harapan, tidak ada lagi kecurangan dalam hal kedisiplinan dengan titip absensi.

Ilustrasi absensi retina. (Istimewa)

 

“Kalau absensi sidik jari bisa disiasati dengan titip ke teman. Tapi kalau absensi retina mata dan wajah tidak bisa titip. Karena tiap orang hanya punya satu retina dan wajah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (9/11).

Sekda menjelaskan, kebijakan mengubah aturan absensi itu sudah berjalan. Hampir semua di kantor OPD, kecamatan dan kelurahan, saat ini sudah mengubah absensi tersebut.

Dengan cara ini harapannya, semua pegawai disiplin dan jujur. Jika memang tidak masuk atau dinas luar, maka harus ada keterangan jelas.

“Sudah diubah tahun ini. Hampir semuanya sudah selesai diubah. Absensi dengan retina mata itu tidak bisa dicurangi lagi. Karena ketaatan absensi itu hasilnya langsung terekam di BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” katanya.

Di sisi lain, Inspektorat Kabupaten Probolinggo belum menindaklanjuti temuan kecurangan absensi sidik jari di lingkungan Pemkab Probolinggo. Alasannya, Inspektorat belum mendapat informasi tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Sigit Sumarno mengatakan, pihaknya belum mengetahui temuan tentang kecurangan absensi sidik jari itu. Bahkan, pihaknya baru mendengar adanya temuan ketidakdisiplinan tersebut.

“Saya malah baru dengar ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui di pendapa Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, memang ada kebijakan di pemkab untuk mengubah absensi sidik jari menjadi absensi retina mata. Namun, pihaknya tidak mengetahui adanya temuan kecurangan tersebut.

“Kami masih menunggu petunjuk dari Ibu Bupati. Sampai saat ini tidak ada informasi itu ke inspektorat,” katanya.

Meski demikian dikatakan Sigit, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kedisiplinan para pegawai. Baik ASN, maupun non ASN.

“Kami akan terus awasi. Jika ada yang melanggar akan ditindak. Sebab, sudah menjadi kewajiban sebagai pegawai untuk disiplin,” tegasnya. (mas/hn/fun)