Sepekan Operasi Zebra, Polisi Temukan Dari 1.734 Pelanggar, 224 di Antaranya Pelajar

DRINGU, Radar Bromo – Ketertiban berlalu lintas di wilayah Kabupaten Probolinggo, masih rendah. Terbukti, dua pekan selama operasi zebra 2019 kemarin, setidaknya ada 1.734 pelanggaran. Petugas Satlantas Polres Probolinggo pun harus menindak 1.594 pelanggaran dengan tilang. Angka pelanggaran itu naik dibanding operasi zebra tahun sebelumnya yang hanya 1.631 pelanggaran.

Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP Sigit saat dikonfirmasi mengatakan, Operasi Zebra yang digelar tidak lepas untuk menertibkan pengguna kendaraan bermotor. Guna, mencegah maunpun mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan meningkatkan disiplin berlalu lintas.

”Selama Operasi Zebra mulai tanggal 23 Oktober sampai 5 November lalu, kami menindak 1.734 pelanggaran. Sekitar 140 pelanggaran kami tindak dengan teguran dan selebihnya ada 1.594 pelanggaran kami tilang,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (8/11).

GANGGU PENGENDARA: Vespa modifikasi yang dikenai tilang lantaran membahayakan. (Foto: Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Kasatlantas menjelaskan, pelanggaran yang ditindak dengan tilang, paling banyak pelanggaran surat-surat kendaraan bermotor dan SIM (surat izin mengemudi). Setidaknya, 672 pelanggaran, karena surat-surat kendaraan mati, tertinggal dan lainnya. Ironisnya, pelanggaran terbanyak kedua adalah pengendara motor di bawah umur. Jumlahnya ada 194 pelanggaran.

”Ini juga jadi perhatian kami, karena banyak pelanggaran karena masih di bawah umur. Paling sering terjadi di wilayah Kraksaan, Paiton. Mereka adalah anak di bawah umur tapi diperbolehkan naik motor saat sekolah. Karena tercatat dari ribuan pelanggar, sebanyak 224 pelanggar adalah pelajar,” terangnya.

Kasatlantas mengungkapkan, di hari terakhir ops zebra, ada hal yang menarik. Di mana, pihaknya mengamankan dua unit motor Vespa gembel. Dua unit motor vespa ini dimodif dengan tumpukan plastik, botol dan sampah hingga tinggi. Bahkan, sekilas terlibat bukan sepeda motor.

”Vespa gembel ini sangat membahayakan, baik bagi pengendara sendiri ataupun pengguna jalan lainnya. Karena, Vespa gembel ini dimodifikasi tidak layaknya kendaraan. Karena itu, kami tindak tilang dan BB diamankan,” tegasnya. (mas/fun)