Mencegah Peredaran Rokok Ilegal Butuh Peran Media Massa

DRINGU, Radar Bromo – Keberadaan dan peran media di Kabupaten Probolinggo, dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Salah satunya, dengan menggandeng peran media untuk memberantas rokok ilegal.

Jumat (8/11), Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Probolinggo mengadakan diskusi. Kedua instansi ini menyosialisasikan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai pada awak media. Dengan harapan, hasil sosialisasi itu bisa disebarluaskan melalui berita media.

”Kami percaya dan optimistis, peran dan pengaruh media sangat besar. Oleh karena itu, kami sosialisasikan aturan di bidang cukai ini pada awak media. Supaya, bisa disampaikan pada masyarakat lewat bahasa media,” kata kepala Diskominfo Kabupaten, Yulius Christian.

Mantan Camat Sukapura itu menjelaskan, pihaknya sendiri sudah melakukan imbauan dan mengajak masyakarat khususnya produsen dan pedagang rokok untuk tidak memproduksi, menjual, dan mengedarkan rokok tanpa cukai pita resmi. Karena, pelanggaran itu termasuk pidana dan telah diatur di perundang-undangan.

“Selain merugikan negara dan masyarakat peredaran rokok ilegal juga melanggar hukum. Itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” tegasnya.

Yulius mengharapkan, melalui peran dan pengaruh media, bisa menyampaikan pada masyarakat. Karena media juga harus aktif dalam pemberantasan rokok ilegal yang beredar.

Terpisah, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Probolinggo, Bambang Sutedjo mengatakan, media juga harus ikut serta mencegah adanya peredaran rokok ilegal. Yaitu dengan menyosialisasikan tentang bea cukai ke tengah masyarakat lewat peran media.

”Kami menyosialisasikan aturan ini pada satu media, sudah bisa diteruskan ke jutaan masyarakat. Karena pembaca, pelanggan media itu luas,” terangnya.

Bambang menjelaskan, untuk mengetahui rokok ilegal atau tidak, sangatlah mudah. Karena rokok ilegal itu sangat mudah dikenali. Mulai rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai. Ada juga, rokok yang dilekati pita cukai bekas, dan pita cukai bukan haknya atau tidak sesuai golongan.

“Ini harus disampaikan pada semua masyarakat. Supaya, masyarakat bisa mengenali dan mencegah sedini mungkin peredaran rokok tanpa cukai atau rokok ilegal,” ungkapnya. (mas/fun)