Ditarget Rp 778 M, Pendapatan Cukai di Kabupaten Probolinggo Baru Capai Rp 573 M

DRINGU, Radar Bromo – Pendapatan dari sektor cukai, masuk 10 terbesar di Indonesia. Salah satu sumbernya dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Betapa tidak, tahun ini pendapan dari sektor cukai yang masuk di wilayah Kantor Bea Cukai Probolinggo, ditargetkan sekitar Rp 778 miliar. Dari target tersebut, baru terealisasi sekitar Rp 573 miliar.

Hal itu disampaikan Bambang Sutedjo, kepala seksi kepatuhan internal dan penyuluhan, Bea Cukai KPPBC TIPE Madya Probolinggo. Saat ditemui, Bambang mengungkapkan, salah satu sektor pendapatan cukai yang besar ada di Kabupaten Probolinggo. Sebab, ada banyak pabrik rokok di dalam wilayah tersebut. Sehingga, sumbangan pendapatan cukai dari Kabupaten Probolinggo juga besar.

”Pendapatan cukai yang besar itu salah satunya Kabupaten Probolinggo. Paling besar dari pabrik rokok Sampoerna dan Gudang Garam,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (8/11).

Bambang menjelaskan, cukai menjadi pendapatan negara yang besar. Bahkan masuk 10 besar. Untuk Kabupaten Probolinggo, estimasi target pendapatan dari sektor cukai itu sekitar Rp 778 miliar. Nah, hingga awal bulan ini, realisasinya sudah mencapai sekitar Rp 573 miliar.

”Angka ini akan terus berputar. Karena pendapatan dari cukai sudah ada hitungan estimasinya,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, salah satu keuntungan bagi daerah yang menjadi sumber pendapatan cukai terbesar adalah dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT). Karena, 10 persen dari pendapatan cukai itu masuk ke pemerintah daerah setempat. Kabupaten Probolinggo tahun ini dapat DBHCT sekitar Rp 54,9 miliar.

”Dana bagi hasil cukai ini tidak untuk sosialisasi rokok dan cukai saja. Tapi 50 persen untuk kesehatan atau JKN. Kemudian selebihnya disebarkan ke dinas-dinas sesuai peruntukannya yang telah diatur,” terangnya. (mas/fun)