Dengan Komunitas, Hidup Semakin Berarti, Berkualitas, dan Mandiri

MAYANGAN, Radar Bromo – Setelah dikukuhkan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Ir. H. Mochammad Soufis Subri pada Maret, untuk pertama kalinya, PKRS RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo menggelar kegiatan. Digelar focus group discussion (FGD) Prodity di Bale Hinggil, Jl. Dr. Soetomo, Kota Probolinggo, Minggu (27/10).

Ketua Prodity Nunik Indarwati menjelaskan, Prodity singkatan dari Probolinggo Dialisis Community. Terbentuknya komunitas ini digagas pertama kali oleh RSUD dr. Mohamad Saleh. Semua anggotanya adalah pasien gagal ginjal yang sedang menjalani cuci darah (Hemodialisa) di RSUD dr. Mohamad Saleh.

DISKUSI: Beginilah saat tiga narasumber FGD Prodity menghidupkan suasana diskusi dengan anggota Prodity, Bale Hinggil, Minggu (27/10).

 

Komunitas ini, menurut Nunik, bertujuan mempererat tali silaturahmi, berbagi pengalaman, pengetahuan, sekaligus sharing informasi mengenai peralatan pasien Hemodialisa. Juga memberikan dukungan psikologis kepada semua anggota Prodity dan keluarga agar “Menjadi Pribadi Berkualitas dan Mandiri,” seperti tema FGD pagi itu.

Digagasnya komunitas penderita gagal ginjal kronis (GGK) bagi RSUD dr. Mohamad Saleh sendiri bukannya tanpa alasan. Plt. Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo drg. Rubiyati, M.M.Kes. mengungkapkan, angka prevalensi kejadian penderita GGK di RSUD dr. Mohamad Saleh semakin hari semakin banyak.

“Saking banyaknya, sampai-sampai ada pasien yang dititipkan ke RS Rinjani. Akhirnya, RSUD pun memutuskan untuk memperlebar ruangan dan menambah Hemodialisa menjadi 18 unit,” terangnya.

TES GRATIS: Asisten Pemerintahan Kota Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. saat mencoba layanan kesehatan gratis usai pengukuhan PCC, Rabu (30/10).

 

Menurutnya, kebutuhan pasien pada stadium lanjut, tidak hanya sebatas pemenuhan pengobatan. Namun, juga pentingnya dukungan sosial dam psikologi melalui pendekatan intervensi perawatan seperti ini.

Jadi, dengan bersosialisasi, lanjut drg Rubiyati, sesama pasien dialisis hidup akan terasa lebih berarti dan mereka tidak merasa sendiri. “Pasien akan memiliki kualitas hidup yang tinggi apabila mendapat dukungan dari keluarga. Motivasi ini akan berdampak pula pada tingginya tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat dan menjalani terapi sesuai jadwalnya,” ungkap drg. Rubiyati.

KUKUHKAN: Usai tanda tangan pengukuhan PCC, Asisten Pemerintahan Ir. Gogol Sudjarwo (paling kanan) foto bersama Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh drg. Rubiyati, M.Mkes. dan dr. Trinandika Ardhana, Sp.Jk (K) FIHA FASCC.

 

FGD pun berlangsung cukup gayeng. Terlebih, pemaparan tiga narasumber menguatkan anggapan bahwa penderita gagal ginjal pun bisa hidup lebih lama dengan gaya hidup lebih sehat, berkualitas, dan mandiri dengan pengobatan teratur. Narasumber tersebut di antaranya adalah dr. Rizky Habibie, Sp.PD., kepala ruang Hemodialisa RSUD dr. Mohamad Saleh. Lalu, dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, S.Kep., M.KEP., Sp.Kep.J dari Dinkes Jatim dan Maria Ulfa, ahli gizi dari RSUD dr. Mohamad Saleh. (*/el)