Bekuk Empat Pengedar Sabu-sabu, Tiga dari Krucil-Satu dari Kraksaan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Satuan Reskoba Polres Probolinggo mengamankan empat orang pengedar sabu. Mereka diamankan Kamis (7/11) lalu di tiga lokasi berbeda. Saat ini, keempatnya diamankan di mapolres untuk penyidikan lebih lanjut.

Keempatnya adalah Atok Subairi, 39, warga Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan; Zainal Abdul Jalal, 49, Sutiman, 37, Nursalim Sahari, 46. Ketiganya merupakan warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, mereka diamankan dalam selisih waktu yang berbeda. Yaitu, bermula dari penangkapan Atok. Ia diamankan di sebuah tempat hiburan masuk Desa Condong, Kecamatan Maron. Dari penangkapan Atok ini, kemudian petugas mengembangkan dan muncul satu nama.

“Atok mengaku barangnya dari orang Krucil. Kemudian kami melakukan pengintaian ke lokasi untuk memastikan,” ujar Kasatreskoba Polres Probolinggo Iptu Sujilan.

Selang beberapa jam kemudian, petugas menangkap pria bernama Nursalim. Ia ditangkap di rumahnya sendiri. “Ini panggilannya Abah. Dia yang menyediakan barang bagi Atok,” jelasnya.

Ternyata jaringan penjualan narkoba tersebut tidak berhenti sampai di situ. Berdasarkan pengakuan pelaku pula, petugas kembali mengamankan dua orang lain. Yaitu Jalal dan Sutiman. Keduanya diamankan di dalam rumah di Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil.

“Keduanya kami amankan langsung kami bawa ke mapolres untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Yaitu 8 paket narkotika Gol I bukan tanaman jenis sabu-sabu; 3 buah lembar tisu; 1 buah plastik warna hitam; dua hp; 4 biji pipet kaca; 2 buah sedotan modif; 2 buah korek api gas; 1 bendel plastik klip warna bening; 2 buah alat hisap/bong; 1 buah sekrup; 1 buah plastik bakar; 1 buah timbangan elektrik warna silver; 1 sabuah kopiah warna hitam.

“Pelaku beserta barang buktinya barang buktinya kami amankan di mapolres,” terangnya. Mereka dikenai pasal 114 (1) sub 112 (1) UU RI No 35 Th 2009 tentang Narkotika,” katanya. (sid/fun)