Pulang dari Jerman Lebih Awal, Plt Wali Kota Pasuruan Langsung ke Rumah Korban SDN Gentong

GADINGREJO, Radar Bromo- Kabar ambruknya atap di SDN Gentong yang terjadi Selasa (5/11) pagi, membuat Pemkot Pasuruan berduka. Tak terkecuali bagi Raharto Teno Prasetyo, PLt Wali Kota Pasuruan. Teno-panggilan akrab Raharto Teno Prasetyo-langsung memutuskan pulang lebih awal, dari kunjungan kerjanya ke Jerman.

Begitu tiba di Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo langsung menuju rumah korban yang meninggal dunia. Dia datang sekitar pukul 22.45 tiba di rumah Zubair, ayahanda Irza Almira di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo.

Suasana haru tersaji saat Zubair langsung memeluk Teno dan menangis. Teno didampingi Sekda Kota Bahrul Ulum dan sejumlah pejabat di Pemkot Pasuruan.

Kepada Teno, Zubair menceritakan anaknya yang menjadi korban tewas dalam insiden SDN Gentong. Bahkan dia menunjukkan foto korban semasa hidup.

Di rumah korban, Teno juga tahlil. Tahlil dipungkasi doa oleh Sekda Bahrul Ulum. Setelah tahlil, Teno dan rombongan langsung bertolak ke rumah Sevina Arsy Putri Wijaya, pegawai tidak tetap (PTT) i SDN Gentong, asal Mandaranrejo. Disana dia juga ditemui pihak keluarga dan rombongan Teno juga kembali tahlil.

Usai dari rumah korban, rombongan menuju RSUD R Sudarsono dan mengunjungi korban yang mengalami luka-luka. Disana, rombongan hanya sebentar karena hari sudah malam.

Usai dari RSUD, Teno langsung menggelar pers rilis di Gedung Untung Suropati di Pemkot Pasuruan dengan sejumlah awak media. Dalam rilis tersebut, Teno atas nama Pemkot Pasuruan mengucapkan duka mendala atas musibah ambruknya atap SDN Gentong. Menurut Teno, insiden di SDN Gentong merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan.

PERS RILIS: Setelah mengunjungi rumah keluarga korban, Raharto Teno Prasetyo langsung menggelar rilis di Gedung Untung Suropati. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Secepatnya Pemkot akan melakukan langkah taktis untuk melakukan tindakan untuk pemulihan SDN Gentong,” ujarnya.

Pemkot juga akan melakukan pendampingan, dan membentuk tim khusus investigasi untuk menginvstigasi insiden di SDN Gentong. Tim ini tidak hanya dikhususkan di SDN Gentong. Tapi juga sekolahan lain

Teno juga memberi penegasan soal tudingan terhadap Pemkot Pasuruan yang dinilai tidak pro pendidikan. Tudingan tersebut salah satunya seperti anggaran pendidikan di Kota Pasuruan, yang disebut tak lebih dari 20 persen dari APBD. “Bukan seperti itu. Kalau tidak tahu, jangan ngawur,” beber Teno.

Selama ini Kota Pasuruan, sejatinya sudah banyak menganggarkan dana untuk pendidikan. Bisa diambil contoh seperti SPP gratis SD-SMA (12 tahun) yang tetap dipertahankan hingga kini. “Pemkot sangat konsen terhadap pendidikan,” beber Teno.

radarbromo.jawapos.com juga sempat menanyakan kunjungannya ke Jerman. Menurut Teno, dia tidak lama usai mengikuti acara invitation (undangan) dari kegiatan Messe Berlin yang rutin mengadakan even pameran di Jerman

“Saya datang kesana hanya mengikuti pembukaan, setelah itu langsung balik. Begitu mendengar adanya insiden ini, saya memutuskan langsung balik ke tanah air,” beber Teno. Padahal acara tersebut sejatinya digelar hingga 12 November mendatang.

Dia memutuskan kembali ke tanah air, dengan mencari maskapai yang bisa langsung sampai. Hanya saja, perjalanan dari Berlin, Jerman, memakan waktu cukup lama yakni 23 jam. “Jarak tempuh cukup jauh. Namun mendengar kabar itu, saya harus secepatnya pulang,” terang Teno. (ube/tom/fun)