Polda Jatim soal SDN Gentong: Hasil Labfor Telah Temukan Bukti

SURABAYA, Jawa Pos – Polda Jatim juga bergerak cepat dalam pengusutan kasus ambruknya SDN Gentong, Kota Pasuruan, Selasa (5/11). Tiga hari berselang, tim Laboratorium Forensik Polda Jatim mendapat temuan barang bukti terkait insiden yang memilukan itu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan, hasil labfor telah keluar. Artinya, hasil tersebut dapat dijadikan bukti dalam insiden yang menyebabkan seorang siswa dan pegawai dari SDN Gentong itu meninggal dunia.

”Ada banyak materi yang bisa diambil dari bukti labfor. Namun, itu tidak bisa diungkapkan secara rinci,” katanya di ruang humas Mapolda Jatim, Kamis (7/11).

Menurut dia, bukti paling nyata yakni adanya fungsi benda yang digunakan dalam pembangunan itu. Misalnya, besi di setiap bangunan kelas, genting, asbes, dan galvalum. Nah, benda-benda itu dicocokkan dengan laporan rencana anggaran biaya (RAB). “Pasti ketemu nanti perbedaan di dalam RAB itu,” jelas dia.

TANGGAP: Petugas kepolisian ikut membantu mengevakuasi siswa di SDN Gentong usai insiden. (Foto: Mokhamad Zubaidilah/Jawa Pos Radar Bromo)

Barung menambahkan, rancangan pembangunan proyek renovasi SD yang terletak di Jalan Kiai Sepuh 49 Gentong, Kota Pasuruan, itu terjadi pada 2012. Sehingga, saksi-saksi yang terlibat dalam pembangunan di tahun 2012 pasti akan didalami. “Empat orang, inisialnya RT, LS, SSM, dan MR,” imbuhnya.

Pria lulusan akpol 1992 itu menyatakan, RT dan MR merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). RT, terang dia, saat ini berdinas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Sedangkan, MR, berdinas di RSUD dr R. Soedarsono, Kota Pasuruan.

Dua orang lainnya, merupakan direktur pelaksana proyek tersebut. RS merupakan Dirut CV Andalus. Perusahaan itu yang mengerjakannya. Sedangkan SSM, menjabat sebagai Direktur CV DHL Putra, perusahaan yang menjadi mitra pengerjaan.

”Masih banyak lagi, masih proses. Keterangannya bakal dicocokkan dengan barang bukti,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, insiden ambruknya sekolah dasar itu, membuat Irza Almira, murid berusia 8 tahun tersebut meninggal dunia. Selain itu, seorang pegawai tidak tetap Sevina Arsy Wijaya juga meninggal dunia. (den/jpg/hn/fun)