Mulai Turun Hujan, BPBD Kab Probolinggo Masih Kirim Air Bersih

KADEMANGAN, Radar Bromo – Sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo sempat diguyur hujan sepekan belakangan ini. Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih rutin mengirim air bersih ke sejumlah wilayah.

Hal itu dikarenakan, sejumlah daerah masih mengalami krisis air bersih. Hujan yang turun, masih belum merata dan intensitasnya masih jarang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (7/11) BPBD melakukan pengiriman air bersih di Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan dan Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan.

Pengiriman air bersih ini merupakan pengiriman perdana di musim hujan yang diprediksikan jatuh sejak awal November. Dua desa yang mendapat kiriman ini merupakan kawasan yang hanya memiliki beberapa sumber air. Ketersediaan air bersih sendiri belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga desa.

“Ini merupakan pengiriman perdana di bulan ini yang telah diprediksikan masuk musim hujan. Memang dua desa itu masuk kategori langganan pengiriman air bersih dan memang susah air bersih,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD setempat, Sugeng Suprisayoga.

Pengiriman 6.000 liter air bersih ini dilakukan di Dusun Gunung, Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan. Sebanyak 124 jumlah penduduk dari 25 kepala keluarga dapat menikmati air bersih yang sudah dikirim.

Kemudian, Dusun Sumbersari dan Dusun Togu, Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan mendapatkan pengiriman masing-masing 5.000 liter air bersih. Sebanyak 183 jiwa dari 68 kepala keluarga di Dusun Sumbersari dan 127 jiwa dari 46 kepala keluarga yang dapat menikmati air bersih untuk dimanfaatkan sehari-hari.

Petugas terlebih dahulu mengisi jeriken, timba atau bak air yang dibawa oleh warga desa. Kemudian sisanya mengisi tandon-tandon milik desa dan warga agar bisa diambil jika persediaan air habis.

“Walaupun saat ini sudah masuk musim hujan, namun beberapa wilayah belum semuanya tercukupi kebutuhan air bersihnya. Jadi, kami akan terus melayani dan kami prioritaskan warga yang membawa jeriken, timba, dan bak air, baru sisanya masuk tandon agar semua warga dapat menikmati air bersih yang sudah dikirim,” jelasnya. (ar/mie)