Keluhkan TPP Guru Belum Cair di Kab Probolinggo, Ini Kata Dispendik

KRAKSAAN, Radar Bromo – Salah seorang guru di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) guru di triwulan ketiga yang tak kunjung cair. Padahal, TPP tersebut seharusnya cair pada awal Oktober lalu. Namun, hingga memasuki pertengahan November ini TPP tersebut belum juga cair.

Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, TPP guru sendiri sebenarnya paling lambat cair pada minggu ketiga bulan lalu. Tetapi, jelang minggu kedua bulan ini, TPP yang menjadi penopang gaji itu belum juga turun.

“Ini ada apa kok belum turun? Padahal seharusnya sudah turun pada bulan lalu. Tetapi, ini kok tidak turun-turun ada apa sebenarnya?” keluhnya.

Menurutnya, keterlambatan yang terjadi saat ini juga tidak ada info. “Itu yang terjadi. Kami sebagai guru resah. Pasalnya, TPP ini penopang gaji untuk memenuhi kebutuhan kami,” jelasnya.

Pencairan TPP sendiri, setiap triwulan sekali. Nah, untuk yang belum cair ini adalah triwulan ketiga. Yakni, bulan Juli, Agustus, dan September. Seharusnya, TPP triwulan ketiga ini cair pada Oktober.

“Yang aneh sekarang ini pencairan dilakukan bertahap. Sekarang yang masuk tahap dua siap cair. Dalam satu lembaga, tidak mesti katut semua. Sedangkan dana sejak awal tahun sudah digelontor dari pusat. Data guru sudah valid. Apalagi alasan cair bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan, pencairan kenapa lambat karena sekolah tertentu yang tidak menyetorkan daftar hadir. Padahal, itu penting berkaitan dengan TPP.

“Jadi, tidak semua (TPP belum cair). Bagi lembaga yang telah menyetorkan presensi biometriknya, maka akan segera cair,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sebenarnya telah memberikan kelonggaran untuk mengumpulkan absensi kehadiran itu. Jika tidak bisa secara langsung, maka dikirimkan melalui e-mail.

Namun, ternyata meskipun demikian, ada saja sekolah yang belum mengumpulkan. “Untuk TPP sendiri sejatinya bukan hak. Tapi, ini merupakan hadiah dan jika absennya belum diserahkan belum bisa. Jika telah diserahkan juga otomatis butuh proses. Tidak bisa secara langsung,” ungkapnya.

Rozi menjelaskan, sebenarnya tidak ada masalah mengenai TPP ini. Menurutnya, tergantung dari pihak sekolah sendiri. Untuk triwulan ketika ini pihaknya mensyaratkan menyetor presensi tersebut pada tanggal 5 Oktober lalu. Namun, ada saja yang belum menyetor. “Sampai kami panjangkan lagi hingga 4 November,” ungkapnya. (sid/mie)