Bekuk Pelaku Pembacokan di Bantaran, Dendam Mantan Istri Dibonceng Korban

PAJARAKAN, Radar Bromo – Seorang terduga pelaku pembacokan di Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berhasil diamankan. Ia adalah Sumandi, 35, warga Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan.

Pelaku rupanya tega membacok korban karena dendam lama. Pelaku cemburu pada korban karena pernah melihat mantan istrinya, Kholipah, 27, dibonceng korban. Pelaku menduga Kholipah selingkuh dengan korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pelaku diringkus 16 jam setelah pembacokan pada korban Nursalim, Rabu (6/11) pagi. Pelaku dimankan pukul 00.30, Kamis (7/11) di rumahnya, di Dusun Tosodung. Pelaku lantas dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP. Hingga kemudian mengerucut kepada pelaku.

Petugas pun langsung mencari pelaku dan didapatkan informasi bahwa pelaku berada di rumahnya. Seketika itu, pihaknya mengecek dan menangkap pelaku.

“Berdasarkan informasi, pelakunya adalah Sumandi. Setelah itu, kami mencari dan ada informasi keberadaan pelaku. Langsung kami meluncur ke lokasi pelaku berada dan langsung mengamankan,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pelaku membacok korban karena cemburu. Sebab, pelaku pernah melihat mantan istrinya, Kholipah, 27, dibonceng korban. Saat itu, pelaku menuding Kholipah selingkuh dengan korban. Kholipah sendiri saat ini sudah menikah dengan korban.

Dendam lama ini muncul, Rabu (6/11) pagi. Saat itu pelaku sedang mencari rumput. Tiba-tiba, dia melihat korban melintas bersepeda motor. Saat itu juga, pelaku mengejar korban dan membacok korban dengan celurit yang dibawanya mencari rumput. Puas membacok korban, pelaku lantas kabur.

“Jadi, pelaku pernah melihat mantan istrinya dibonceng. Karena itu, kemudian langsung mencegat dan membacok korban. Berdasarkan pengakuan pelaku, itu masih istri sahnya. Namun, sudah mau cerai,” jelasnya.

Karena perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. “Pelaku kami jerat pesal 351 KUHP. Saat ini kami masih mendalami kasus ini,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku saat dimintai keterangan mengatakan, sudah lama memendam amarah terhadap korban. “Karena itu saya langsung cegat dan membacoknya,” katanya.

Ia mengaku, tidak ada niatan untuk membacok korban. Kebetulan saat itu ia sedang mencari rumput dan melihat korban. Sumandi juga menjelaskan, ia membacok korban sendirian. Menurutnya, setelah puas melukai korbannya, ia sama sekali tidak menyesal. “Saya tidak menyesal. Istri sah saya dibawa sama dia,” katanya.

Pelaku sendiri membacok korban Nurhalim di jalan masuk Desa Besuk, Kecamatan Bantaran. Saat itu korban akan berangkat bekerja. Korban mengalami luka cukup parah. Dia dilarikan ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. (sid/hn)