Aktivitas KBM SDN Gentong Dipindah ke Madrasah, Bangunan Lawas Bakal Dirobohkan

RICEK: Plt Wali kota Pasuruan Teno Raharto Prasetyo meninjau ruangan kelas IIB SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jumat (8/11/2019) siang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan langsung mencari solusi pasca ambruknya atap SDN Gentong. Pemkot sudah memutuskan untuk tak lagi memakai bangunan sekolah yang berlokasi di Jalan Kiai Sepuh tersebut. Sebagai penggantinya, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa akan dipindah ke madrasah diniyah Al-Islamiyah, yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi SDN Gentong.

Keputusan itu diungkapkan PLt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Jumat (8/11) pagi, Teno-sapaan akrab Raharto Teno Prasetyo-, meninjau empat ruang klas di SDN Gentong, yang atapnya ambruk Selasa (5/11) lalu. Disana, dia tampak kecewa saat melihat sendiri, bekas konstruksi atap galvalum. Dia bahkan menyebut, konstruksi tersebut memang tidak layak.

Lelaki berkacamata itu lalu mengungkapkan, pemkot sudah memutuskan untuk solusi akibat insiden ini. “Seluruh aktifitas KBM siswa dan guru, direlokasi ke madrasah. Sudah kami hitung dan rinci. Mulai Senin (11/11), aktifitas siswa dan guru dipindah,” beber Teno.

Madrasah yang digunakan tersebut, akan digunakan untuk seluruh siswa di SDN Gentong. Jumlah ruang kelas di Madrasah Diniyah Al-Islamiyah, juga mencukupi. Namun tidak menutup kemungkinan, KBM akan memakai sistem sif.

BAKAL DIPAKAI: Plt Wali Kota Pasuruan Teno Raharto Prasetyo meninjau ruangan kelas Madrasah Diniyah Al-Islamiyah, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jumat (8/11) siang. Madrasah ini bakal digunakan sebagai pengganti sementara kegiatan belajar mengajar SDN Gentong yang ambruk, Selasa (8/11) lalu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, menurut Teno, yang paling penting, pemkot juga akan melakukan pendampingan psikis untuk mengatasi trauma yang dialami siswa dan guru di SDN Gentong. Bahkan porsinya, lebih diutamakan ketimbang KBM. “KBM sekitar 30 persen, dan sisanya untuk pendampingan psikis,” beber Teno.

Pendampingan ini diperlukan. Agar memulihkan rasa percaya diri anak. “Karena bagaimanapun juga, anak-anak ini masa depan bangsa,” beber Teno.

Pemkot juga sudah membentuk tim investigasi. Tim ini bukan hanya untuk di SDN Gentong. Tim ini juga siap membantu aparat penegak hukum, bila suatu saat aparat membutuhkan data pembangunan. “Khususnya untuk sekolahan, tempat kesehatan. Utamanya yang berkaitan dengan pelayanan publik,” beber Teno. Ini agar, insiden di SDN Gentong tak terulang.

Tim investigasi ini untuk juga untuk meyakinkan kepada seluruh orang tua di Kota Pasuruan, yang memiliki anak sekolah. Supaya mereka merasa aman dan nyaman, saat menyekolahkan anaknya.

Khusus untuk bangunan lawas SDN Gentong, pemkot menyerahkan sepenuhnya ke aparat hukum. Jika memang penyidikan tuntas, maka pemkot juga sudah siap menyiapkan pembangunan baru. Sebab, bangunan lawas harus dirobohkan. Terlebih empat ruang kelas yang atapnya ambruk. Pembangunan baru tersebut rencananya dianggarkan di tahun 2020. (ube/fun)