Juri Kunjungi 6 Kelurahan Pelaksana Terbaik Siaga Sehat Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama dua hari tim Juri Lomba Pelaksana Terbaik Kelurahan Siaga Sehat gelaran Dinkes Kota Probolinggo melakukan kunjungan lapangan. Ada enam Posyandu di enam kelurahan yang dilakukan penilaian lapangan, pada Selasa-Rabu (5-6/11).

Enam Posyandu itu di antaranya, Posyandu Harapan, Kelurahan Wiroborang; Posyandu Asoka, Kelurahan Sukoharjo; dan Posyandu Mawar RW 17, Kelurahan Kebonsari Kulon. Kemudian, Posyandu Glatik, Kelurahan Kareng Lor; Posyandu Permata, Kelurahan Jrebeng Wetan; dan Posyandu Teratai, Kelurahan Tisnonegaran.

Tim juri terdiri atas Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Kota Probolinggo dr. NH Hidayati; Utami Putri Pertiwi dari Ikatan Bidan Indonesia; Rosyid dari Forum Kota Sehat; dan Wila Purwandari dari TP PKK Kota Probolinggo.

Ketua Tim Juri Rosyid berharap Tim Forkesa Kelurahan bisa berinovasi untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan. “Bukan hanya program sebelumnya yang dilanjutkan, tapi inovasi baru untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

SAMBUTAN: Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinkes Kota Probolinggo dr. N.H. Hidayati memberikan sambutan di Forkesa Kelurahan Kareng Lor.

 

Sementara, dr NH Hidayati menjelaskan lomba ini dilakukan untuk mengevaluasi keterlibatan kelurahan sehat aktif dengan Posyandu. “Pemenang akan diikutkan dalam Lomba Keluarga Berencana dan Kesehatan,” ujarnya.

Pada hari pertama, ada tiga Posyandu dari tiga kelurahan yang didatangi. Meliputi Posyandu Harapan, Posyandu Asoka, dan Posyandu Mawar. Di Posyandu Harapan, juri mendapatkan penjelasan dari Wakil Ketua Forkesa Kelurahan Wiroborang Heru Sunarko.

PRESENTASI: Yuli Indah Suryani dari Forkesa Kelurahan Kareng Lor mempresentasikan profil Posyandunya.

 

“Inovasi kegiatan Forkesa seperti pemberantasan sarang nyamuk melalui satu rumah satu jumantik. Selain itu, untuk meningkatkan open defecation free (ODF) dilakukan inovasi tabung beras atau tabungan bersama rumah sehat,” ujarnya.

Inovasi ini dilakukan di RW 1 dan RW 2 dengan target 21 rumah dan sejauh ini sudah 17 rumah yang selesai. Di sana, juga ada kesepakatan warga, jika ada saluran WC ke sungai akan langsung dipotong.

Di hari kedua, salah satu yang dikunjungi adalah Posyandu Glatik. “Inovasi dari Posyandu ini Karma Si Ibu. Singkatan dari Kader Ramah dan Sayang Ibu. Di setiap RT ada satu kader yang memantau ibu hamil sejak kandungan satu bulan sampai melahirkan,” ujar Ketua Forkesa Kareng Lor Yuli Indah Suryani.

Hasilnya, pada 2017 di Kareng Lor ada 6 bayi meninggal; 2018 ada satu bayi meninggal; dan tahun ini tidak ada bayi yang meninggal dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia Nyamiti Ningsih mengatakan lomba ini juga berkaitan dalam rangka verifikasi penilaian Kota Sehat tahun 2020. “Yang kami lihat dalam penilaian ini tingkat kemandirian kelurahan sehat aktif dari jenjang pratama, madya, purnama, dan mandiri. Serta, inovasi kelurahan sehat aktif untuk berkolaborasi dengan Posyandu dan Taman Posyandu,” ujarnya. (put/*)