Dispendik Sebut SDN Gentong Direnovasi 2012, Kondisi Sangat Layak

PASURUAN, Radar Bromo­ – Empat atap yang ambruk di SDN Gentong, sempat disebut baru dibangun tahun 2017 silam. Saat itu rehab dilakukan untuk atap. Sejumlah warga lingkungan sekolah bahkan masih ingat, terakhir kali renovasi dilakukan sekitar tahun 2017 silam. Di antaranya termasuk rehab atap di empat ruang kelas yang menjadi lokasi insiden.

Hanya saja, terjadi perbedaan saat radarbromo.jawapos.com mencari tahu kebenaran proyek tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) menyebut, rehab dilakukan tahun 2012 silam.

Pemkot Pasuruan memastikan atap ruang kelas di UPT SDN Gentong masih dalam kondisi layak, sebelum bangunan tersebut ambruk. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan mengaku kaget mengetahui atap empat ruang kelas setempat ambruk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan Siti Zunniati mengungkapkan, Dinas P dan K tidak mengalokasikan anggaran renovasi pada UPT SDN Gentong tahun ini. Sebab, berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Pemkot pada akhir tahun 2018, bangunan ini dalam kondisi bagus.

Ia menyebut, bangunan ruang kelas 2B, 2A, 5B, dan 5A dibangun di atas tahun 2010. Namun, atap keempat ruangan ini merupakan atap baru dan direhab pada 2012. Rehab ini dilakukan karena kondisi atap saat itu memang membutuhkan pembenahan.

Renovasi ini dilakukan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 256.765.000 melalui sistem lelang. Sebelum direnovasi atap menggunakan bahan kayu. Setelah direnovasi, bangunan empat ruangan ini menggunakan galvalum.

“Kalau pelaksana proyeknya kami masih telusuri. Cuma yang jelas digarap melalui DAK pada 2012. Kami ya kaget waktu mendengar atap empat ruang kelas 2 dan 5 ambruk. Karena memang kondisinya bagus dan layak digunakan,” ungkapnya.

MASIH BARU: Rangka galvalum dari sisa atap yang ambruk di SDN Gentong. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Untuk diketahui, empat ruangan kelas yang ambruk ini berada di bagian tengah sekolah dan menghadap ke arah barat. Lokasinya sendiri mudah diketahui karena siswa hanya perlu melewati halaman sekolah untuk menuju ruang kelas tersebut.

Di sisi utara ruangan yang ambruk ini terdapat ruang kepala sekolah (kepsek), ruang tata usaha (TU), dan ruang guru. Sementara di sisi selatannya, terdapat musala, ruang kelas 6A, 6B, dan perpustakaan.

Sisi timur merupakan ruangan kelas 1A, 1B, 3A, dan 3B. Berbeda dengan ruangan kelas 2B, 2A, 5B, dan 5A yang atapnya terbuat dari galvalum. Atap dari ruangan lainnya di bangunan UPT SDN Gentong ini menggunakan kayu.

Zun -sapaan akrabnya- menjelaskan, pihak sekolah memang tidak mengajukan renovasi pada bangunan sekolah untuk 2019. Terakhir renovasi dilakukan pada 2012. Saat itu yang direnovasi hanya empat ruangan. Yaitu ruang kelas 2B, 2A, 5B, dan 5A.

Ia mengaku, Dinas P dan K belum mengetahui penyebab pasti ambruknya atap empat ruang kelas ini. Termasuk berapa angka kerugiannya.

Saat ini Dinas P dan K bersama instansi terkait masih menginventarisasi kerugian yang ada. Ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat

“Penyebab utama masih ditelusuri. Termasuk angka kerugian juga belum bisa dipastikan. Kami masih menghitungnya. Cuma memang, terakhir renovasi ya empat ruangan yang ambruk ini pada 2012. Kondisinya ya masih sangat layak,” sebut Zunniati. (riz/hn/fun)