Upaya Desa Prodo Bangun Infrastruktur untuk Tanggulangi Banjir Tahunan

Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, sering terkena imbas luapan air sungai saat musim hujan. Karenanya, pemerintah desa berupaya meminimalisasinya demi keamanan dan kenyamanan warga.

—————

Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, memang tidak berada di sekitar Jalan Raya Winongan. Namun, lokasinya cukup strategis. Berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Winongan dan di sekitar Pemandian Alam Banyu Biru.

Lahan pertanian di desa ini cukup luas. Potensi ini menjadi mata pencaharian mayoritas warga Desa Prodo. Kepala Desa Prodo Lukman Hakim mengatakan 70 persen warganya bekerja di sektor pertanian. Sisanya sebagai pegawai, pedagang, wirausaha, dan sebagainya.

Namun, masalah yang rutin datang setiap musim hujan luapan air sungai. Karenanya, genangan air selalu membuat sektor pertanian dan masyarakat menjadi terganggu. “Karena itu, kami bangun beberapa insfrastruktur. Tujuannya, untuk mencegah luapan air agar tidak tumpah ke sawah dan permukiman,” ujarnya.

Salah satunya yang telah dibangun berupa parapet. Berupa pembatas untuk membentengi sepanjang aliran sungai Jeladri agar ketika ada kiriman air debit dari dataran tinggi tak sampai meluap. Parapet ini dibangun di Dusun Gendol dan Dusun Margoutomo, dengan ketinggian 2 meter di atas pemukaan daratan.

Menurutnya, parapet ini dibangun untuk meminimalisasi luapan air. Ada juga pembangunan bronjong di Dusun Jetis yang fungsinya untuk memperkuat tanggul sungai.

“Tujuannya, agar pinggiran sungai tak mudah jebol tergerus oleh aliran sungai yang deras. Dulu sempat jebol, akibatnya tanggul ambrol. Sekarang lebih kuat dan aman karena diperkuat lagi dengan batu kali disusun dan dibungkus kawat besi,” jelasnya.

Lukman mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan agar luapan air tidak makin tinggi setiap tahunnya. Ini, lantaran setiap hujan deras dan banjir, aktivitas warga dipastikan terganggu. Serta, membuat kondisi desa tidak nyaman.

“Termasuk dari warga juga rutin bergotong-royong membersihkan lingkungan. Agar saat hujan tiba, saluran air dan sungai lancar, sehingga banjir tidak lagi tinggi seperti sebelumnya,” ujarnya. (eka/rud/fun)