Inilah Tim Dayung Nelayan Lamsari asal Lekok yang Baru Meraih Juara Dua Lomba Dayung Nasional

Merupakan nelayan tradisional, tim dayung Lamsari asal Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, ini berhasil meraih juara kedua dalam Jember Dragon Boat tingkat nasional di Pantai Payangan, Sabtu (26/10). Mereka berhasil juara kendati baru pertama ikut kejuaraan tingkat nasional.

——————

Postur tubuh 15 anggota tim dayung Lamsari asal Lekok ini cukup kekar. Otot terlihat jelas di lengan dan kaki mereka, dengan kulit terlihat legam terbakar.

Namun, raut bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah mereka. Maklum, mereka baru saja meraih juara dua dalam kejuaraan lomba dayung tingkat nasional. Yaitu Jember Dragon Boat di Pantai Payangan, Jember.

Tidak pernah ada yang menyangka sebelumnya, mereka bisa menang. Sebab, anggota tim adalah para nelayan tradisional yang biasa melaut mencari ikan. Namun, mereka membuktikan bisa bersaing dengan tim dayung profesional lainnya. Dan bahkan berhasil merebut juara dua.

“Tim dayung Lamsari ini semuanya nelayan tradisional. Mereka biasa melaut dengan perahu. Jadi tak terlalu sulit mengajari mendayung,” ujar Slamet Mardiono, 37, ketua dan pelatih tim dayung Lamsari ini.

Slamet yang juga staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan bisa dibilang, sebagai pencetus tim dayung Lamsari. Pembentukan tim pun, awalnya tidak untuk tujuan serius.

Tim dibentuk untuk mengikuti lomba dayung tingkat lokal memperingati HUT kemerdekaan RI pada Agustus 2016. Rupanya, Slamet melihat potensi tersembunyi di sana. Slamet yang pernah menjadi atlet dayung di tim Baruklinting, Grati ini, akhirnya serius melatih tim dayung Lamsari.

“Saya tawari dulu, mau apa nggak serius dilatih jadi tim dayung? Mereka justru semangat,” tutur lelaki yang juga pengelola Danau Ranu Grati ini.

SERING LATIHAN DI RANU: Tim ini kerap berlatih di ranau Ranu Grati. (Foto: Tim Dayung Lamsari for Radar Bromo)

Sejak saat itu, tim pun dilatih serius. Karena mereka harus melaut, latihan memang terbatas. Mereka hanya bisa latihan setiap habis Jumatan, jam 14.00 sampai 17.00 di Danau Ranu Grati.

Tim dayung Lamsari sendiri tercatat sudah tiga kali juara tingkat Kabupaten Pasuruan selama tahun 2016-2018. Tiap ada lomba dayung, baik di Lekok atau Rejoso, mereka rutin juara pertama.

Lalu sejak tahun 2017, mereka latihan rutin di Danau Ranu Grati seminggu sekali. Pemilihan nama Lamsari sendiri diambil dari nama anggota tertua karena disegani.

Untuk fasilitas latihan, Slamet sudah meminta izin ke Disparbud menggunakan perahu dayung yang ada di Danau Ranu Grati. “Tapi ya belajarnya otodidak. Saya melatih juga nggak ada biaya. Mereka juga pakai biaya sendiri latihan ke Danau setiap Jumat,” terangnya.

Awalnya, tim yang diasuhnya berjumlah 22 orang. Namun, saat ini mencapai 60 orang. mereka terdiri dari lima tim. Mulai anak usia SD sampai dewasa.

Termasuk tim dayung Lamsari yang anggotanya nelayan Lekok sebanyak 15 orang. Dengan usia bervariasi dari 25-40 tahun.

Sejak dibentuk, tim Lamsari memang belum pernah ikut kejuaraan tim dayung tingkat nasional. “Sebelumnya hanya ikut lomba tingkat Kabupaten Pasuruan pas ada even. Jadi lomba Dragon Boat di Pantai Payangan Jember itu adalah lomba pertama tingkat nasional yang kami ikuti,” terangnya.

Mereka pun melakukan persiapan, meski terbatas. Hanya tiga minggu mereka latihan. Setiap minggu, latihan 2-3 kali. Setiap latihan, mereka mendayung 5-6 ribu meter dengan durasi tempuh 30 menit.

“Sedangkan saat lomba lomba dayung di Payangan, jarak tempuh hanya 500 meter. Saat itu yang dibutuhkan strategi dan kecepatan,” terangnya.

Mereka pun akhirnya berhasil meraih juara kedua. Slamet sendiri mengaku cukup puas dengan prestasi itu. Dia bahkan sempat tidak percaya tim asuhannya bisa meraih juara kedua.

Timnya meraih waktu 2 menit, 2 detik, 9,04 second. Sedangkan juara pertama dari tim dayung Jakarta meraih 2 menit, 2 detik 6,6 second.

“Beda tipis sekali. Tapi kami tetap bersyukur karena ternyata tim dayung kita cukup handal,” terangnya.

Lomba dragon boat ini dikuti 24 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Mulai Jatim, Jateng, Jabar sampai Jakarta.

Selain persiapan fisik dan latihan, Slamet mengatakan, tim dayungnya harus merogoh kocek pribadi untuk lomba. Sebab, mereka memang tidak punya sponsor.

“Selain patungan sendiri, juga minta dukungan dari tokoh masyarakat di Lekok. Seperti Pak Tinggi (kepala desa) dan anggota DPRD agar ikut menyumbang buat biaya berangkat lomba,” terangnya.

Dengan kemenangan tim dayung Lamsari, Slamet optimistis Kabupaten Pasuruan bisa memiliki tim dayung yang tangguh. Ke depan, rencananya mereka akan mengikuti lomba dayung tingkat nasional di Depok yang diselenggarakan bulan depan.

“Melihat ada potensi ini, kami upayakan rutin ikut kejuaraan. Dan semoga bisa mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. (eka/hn/fun)