Hari Pertama Pospeda Dibuka, Langsung Seru

PANDAAN, Radar Bromo – Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah (POSPEDA) VIII Jawa Timur 2019, di hari pertama, Jumat (1/11) berlangsung seru. Digelar di Kabupaten Pasuruan, ada tiga cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Salah satunya voli putra.

Ada kontingen dari enam daerah yang bertanding di lapangan SMAN 1 Pandaan. Di penyisihan babak itu, ada Banyuwangi melawan Gresik, Kabupaten Blitar versus Kota Pasuruan, dan Kabupaten Kediri melawan Kabupaten Trenggalek.

Hasilnya, Banyuwangi, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Trenggalek berhasil menang. Mereka dengan mudah menang dengan skor 2-0. “Banyuwangi, Trenggalek, dan Kota Pasuruan, penyisihan babak pertama menang. Ketiganya berhak melaju ke babak berikutnya. Mereka berhasil menang dua set sekaligus,” ujar Ketua Koordinator Media Center POSPEDA VIII Jatim Zuher Efendi.

Cabor ini untuk kategori putra diikuti 19 kontingen daerah. Kemudian, untuk putri hanya diikuti 14 kontingen. Semua pertandingan cabor ini akan digelar di lapangan SMAN 1 Pandaan. Dalam pertandingan ini, panitia menggunakan sistem gugur.

“Cabor ini akan dipertandingkan selama empat hari berturut-turut. Setiap hari ada tiga laga. Untuk final perebutan juara akan digelar pada Senin (4/11),” ujarnya. (zal/rud)

 

SEHAT BERSAMA: Kontingen senam santri beregu putri dari Kabupaten Ngawi tampil dalam Pospeda VIII di Aula SMAN 1 Pandaan. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

Senam Santri Lebih Banyak Putri

Cabor yang dipertandingkan di hari pertama POSPEDA VIII Jatim 2019 tak hanya voli. Ada juga perlombaan senam santri. Ternyata, cabor ini lebih banyak diikuti kontingen santri putri mencapai 21 regu.

Jumlah itu lebih banyak separo dibanding kontingen putra yang hanya 10 regu. Cabor ini dilombakan di Aula SMAN 1 Pandaan.

“Beregu putri hari pertama perlombaan hanya penyisihan, finalnya Sabtu (2/11). Untuk putra hanya satu hari saja. Penyisihan lanjut final sekaligus. Karena pesertanya lebih sedikit,” ujar Koordinator Pertandingan Cabor Senam Santri Zainal.

Ada sejumlah aspek yang menjadi penilaian dewan juri. Di antaranya, penampilan umum dan stamina. Juga teknik gerak, terdiri atas pemanasan, inti, dan pendinginan. “Saat tampil, untuk beregu putra satu juri menilai satu peserta. Sebaliknya untuk beregu putri semua juri menilai dua tim yang berlaga sekaligus,” katanya.

Salah seorang peserta senam santri beregu putri kontingen dari Kabupaten Ngawi, Fitri, 16, mengaku, telah berlatih intensif sejak sebulan terakhir. “Berlatih saja tidak cukup, tapi juga harus kompak,” ujarnya. (zal/rud)