BPBD Kesulitan Cari Solusi Kekeringan Empat Desa di Tegalsiwalan

TEGALSIWALAN, Radar Bromo– Krisis air bersih maupun kekeringan, selalu melanda di sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, ada 13 desa yang rutin kekeringan tiap kemarau. Umumnya belasan desa tersebut, ada yang dibantu dengan pembangunan sumur bor atau rutin didroping air bersih.

Dari 13 desa tersebut, empat diantaranya rutin dikirimi air bersih. Sebab, di empat desa tersebut, tak ada solusi yang bisa dilakukan alias  harus dikirim air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menjelaskan, daerah yang tidak ada memiliki solusi bencana kekeringan semuanya ada di Kecamatan Tengalsiwalan. “Diantaranya, ada Desa Bulu Jaran, Desa Bulu Jaran Kidul, Desa Tegal Sono, dan Gunungbekel,” sebut Anggit.

Sebelumya, beberapa wilayah yang tidak kerap dilanda kekeringan, sudah dilakukan berbagai cara untuk menghadapi kekeringan. “Sampai sekarang masih dilakukan. Seperti pemanenan air hujan (PAH) juga, melakuakan pengeboran air. Namun sepanjang kemarau ini, daerah tersebut (empat desa) menjadi daerah yang rutin di dropping,” Ujarnya.

Anggit menjelaskan, PAH sendiri berhasil dibeberapa daerah. Salah satunya di Kecamatan Krejengan yang juga menggunakan sumur dan melakukan biopori. Sehingga bisa menjadi solusi di wilayah itu.

“Untuk keempat desa ini, sudah dilakukan. Namun belum selesai kemarau, air hasil pemanenan hujan, sudah habis dulu,” jelasnya.

Selain itu, untuk pengadaan sumur, maupun pengadaan biopori sangat sulit. “Biopori sendiri membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan untuk pengeboran, di wilayah itu sudah dilakukan. Namun tidak mengeluarkan air,” ujarnya.

Di sisi lain, apa yang disampaikan BPBD, dibenarkan Jumadi Warga Desa Bulujaran Lor . “Untuk daerah saya, masih ada PDAM untuk memenuhi pemakaian air. Sedangkan untuk Desa Bulujaran Kidul, tidak bias. Karena, untuk pengeboran atau pengadaan sumur, penggaliannya sangat susah, karena banyak batunya,” Ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, 4 desa yang tidak memiliki solusi kekeringan, Sebelum PAH habis dimanfaatkan ketika kekeringan, air tidak hanya digunakan untuk mandi, ataupun menyiram tanaman. Namun, air PAH juga digunakan untuk dikonsumsi. (mg1/fun)