Geliat Omah Anggrek di Desa Sadengrejo yang Kini Sudah Memiliki 40 Ribu Tanaman

Omah Anggrek yang dimiliki oleh kelompok tani Desa Sadengrejo terus dikembangkan. Saat ini, jumlah tanaman anggrek sudah mencapai lebih dari 40 ribu. Pemdes setempat berencana menambah tanaman lain di tempat ini.

—————-

Pengembangan anggrek yang dilakukan oleh kelompok tani di omah anggrek di Dusun Sadeng, Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso terus dilakukan. Pemdes dan kelompok tani setempat rutin menambah anggrek yang ditanam setiap harinya.

Ketua Kelompok Tani di desa ini, Hudan Daldiri mengungkapkan, jumlah tanaman anggrek yang berhasil ditanam selama empat bulan terakhir mencapai 40 ribu buah. Sebagian besar tanaman ini sudah mencapai usia dewasa untuk siap dipanen.

“Kami beranggotakan tujuh orang. Setiap harinya, kami dibantu enam perempuan yang diberdayakan oleh Pemdes untuk membantu menanam Anggrek,” ungkapnya.

Hudan menjelaskan, sebagian besar tanaman Anggrek ini siap untuk dipanen. Diperkirakan masa panen ini terjadi pada akhir November mendatang. Di bulan tersebut itu sejumlah tanaman anggrek sudah memiliki ketinggian sekitar tujuh sampai delapan sentimeter.

“Kalau sudah setinggi itu, maka medianya pun berubah. Jika sebelumnya menggunakan serabut akasia, maka nanti diganti dengan media serabut kelapa sebab akarnya kan sudah kuat,” jelas Hudan.

Rencananya, saat panen nanti, seluruh tanaman ini akan dijual ke Kota Malang oleh mitra yang sudah diajak kerja sama. Dan setiap tanaman itu bakal dibeli dengan harga Rp 2000. 20 persen dari hasil penjualan akan masuk ke dalam kas desa. Sementara sisanya untuk kelompok dan pekerja.

Hudan mengaku ke depan, pihaknya berharap agar Omah Anggrek ini semakin berkembang. Dalam waktu dekat, ia bersama anggota kelompok tani lainnya berencana untuk menambah komoditi tanaman. Rencananya adalah tanaman stoberi.

“Rencananya tanaman ini akan ditanam di lokasi yang sama. Cuma agar efisien, ya kami tanam di bawah tanaman anggrek yang ada saat ini,” terang Hudan. (riz/fun)