Hujan Mulai Mengguyur di Prigen, Setidaknya Bisa Minimalisir Karhutla

PRIGEN, Radar Bromo – Selasa siang (29/10) wilayah Kecamatan Prigen sebagian besar diguyur hujan. Walau intensitasnya masih rendah dan hanya sebentar, guyuran hujan disambut baik. Paling tidak hujan meminimalisir adanya kebakaran hutan dan lahan, yang kurun waktu tiga bulan ini kerap terjadi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, hujan mulai mengguyur di beberapa wilayah. Mulai dari Desa Jatiarjo, Dayurejo dan Lumbangrejo. Kemudian Kelurahan Pecalukan, Leduk dan Prigen serta sekitarnya. Selain itu, hujan juga menguyur hingga hutan wilayah Tahura R. Soerjo. Baik di Gunung Ringgit dan Welirang.

“Durasi hujannya lumayan lama, sekitar 30-45 menit. Dapat dirasakan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Prigen. Hujan juga mengguyur hutan hingga puncak Welirang dan Ringgit,” beber Junet, salah seorang staf dari UPT. Tahura R. Soerjo.

Turunnya hujan, ia sebut merupakan berkah. Tak hanya bagi warga di Prigen dan sekitarnya. Tapi juga untuk hutan. Hujan ini sekaligus berfungsi untuk pembasahan sisa bara api di lahan usai terjadi kebakaran dua pekan terakhir. Hujan praktis memadamkan api.

“Paling tidak, sisa bara api selama ini dikhawatirkan sewaktu-waktu muncul lagi akibat angin kencang, kini sudah basah,” tuturnya.

Terpisah, turunnya hujan di sejumlah titik tersebut mendapat tanggapan BMKG. Suwarto selaku Kasie observasi dan informasi kantor Stasiun Geofisika Tretes di Pandaan menyebutkan, sejauh ini, sejatinya masih pancaroba. Namun ini menjadi penanda bahwa pancaroba memasuki awal penghujan.

“Hujan yang turun masih bersifat lokal, intensitas curah hujannya rendah. Selain di Prigen, daerah lain seperti Tutur, Singosari dan Lawang sudah mulai turun hujan,” ucapnya. (zal/fun)