Setahun Memimpin Kab Probolinggo, Ini Kekurangan yang Masih Perlu Dibenahi Menurut Bupati Tantri

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kepemimpinan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Wakil Bupati H.A Timbul Prihanjoko dalam periode kedua ini telah memasuki usia satu tahun. Dalam mengemban amanahnya, sejak dilantik pada 24 September 2018 lalu, keduanya telah menetapkan 9 program koordinatif.

Program ini dikenal dengan nama Nawa Hati. Yakni, Pesona Hati, Hati Sehat, Hati Cerdas, Hati Mantab, Hati Melayani, Hati Peduli, Hati Tentram dan Hati Mandiri. “Dengan 9 program yang telah kami tetapkan bersama sebagai program prioritas ini, saya bersama Wabup, untuk (Nawa Hati, red) menjadi kanal atau pintu dari berbagai permasalahan di masyarakat,” ujarnya saat memberi sambutan dalam acara Puncak Satu Tahun Nawa Hati di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (27/10) malam.

MERIAH: Mohammad Istiqamah Djamad vokalis Pusakata menghibur penonton pada malam Puncak Satu Tahun Nawa Hati. (Foto: Jamal/Jawa Pos Radar Bromo)

Melalui program itu, dengan didukung adanya komitmen bersama seluruh satuan organisasi perangkat daerah hingga staf pelaksana di lapangan, ia yakin dan percaya, akan mampu mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang lebih baik dan sejahtera. “Dengan komitmen, berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, satu-persatu akan mampu kita atasi bersama,” katanya.

Secara pribadi, Tantri mengungkapkan, momen peringatan Puncak Satu Tahun Nawa Hati itu adalah pengingat, ia bersama Wabup Timbul Prihanjoko dan segenap jajarannya adalah pengabdi dan pelayan masyarakat. “Bagi saya pribadi, Wabup dan seluruh perangkat daerah, sebetulnya acara malam hari ini (Minggu, Red) adalah pengingat bagi kami semua. Bahwa kami adalah pengabdi dan pelayan rakyat,” katanya.

Sebagai pengabdi, Tantri mengajak semua jajarannya untuk terus bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita rakyat Kabupaten Probolinggo. Yakni, menjadikan Kabupaten Probolinggo lebih makmur, sejahtera. Sehingga, Kabupaten Probolinggo menjadi daerah yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur. “Waktu kami, tidak lebih dari 4 tahun kebelakang. Mari bekerja bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita rakyat Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Tantri juga mengajak para perangkat daerah dan ASN untuk meneguhkan semangat dan komitmen dalam melayani rakyat dengan cerdas, cepat, tepat dan ikhlas. “Malam ini, juga menjadi cambuk bagi kita bersama. Waktu 4 tahun bukan waktu yang lama, melalui 4 kali tahun anggaran untuk mewujudkan cita-cita rakyat Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ia mengatakan, waktu selama satu tahun di periode kedua dan lima tahun pada periode pertama, masih ada kekurangan dalam melayani rakyat. Namun, ia menegaskan amanah yang diberikan rakyat itu, akan diemban dengan sebaik mungkin untuk memberikan manfaat bagi rakyat Kabupaten Probolinggo.

“Kami tidak akan mungkin mampu membuat tersenyum 1.126.000 warga Kabupaten Probolinggo. Mohon doa barokah seluruh rakyat Kabupaten Probolinggo, bahwa niatan kami tegak lurus. Amanah yang ditipkan kepada kami, betul betul untuk memberikan manfaat. Hidup kami untuk kebermanfaatan dan kebaikan bagi rakyat Kabupaten Probolinggo,” katanya.

“Saya juga mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya manakala selama 6 tahun mempimpin, masih ada hal yang compang-camping. Banyak kekurangan di sana sini. Tetapi tentunya semangat kami, setiap saat, setiap hari terus memperbaiki diri dan memaksimalkan segala SDM yang ada untuk kebermanfaatan dan kebaikan bagi warga Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya.

Tantri mengatakan, sebagus dan sebaik apapun program yang dijalankan Pemkab, tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari rakyat Kabupaten Probolinggo. Salah satunya, hasilnya juga tidak akan sesuai dengan apa yang direncanakan bersama.

“Sekali lagi, kami secara terbuka terus membuka ruang diskusi bagi segenap warga Kabupaten Probolinggo, untuk memberikan saran dan masukan kepada kami berdua dan perangkat daerah. Sehinga kerja kami lebih efektif dan mampu menjawab permasalahan yang bapak dan ibu hadapi,” katanya.

Tantri juga mengucapkan terima kasih dan pengahrgaan yang setinggi tinginya atas dukungan segenap tokoh agama dan tokoh masyarakata, melalui doa dan ikhtiarnya. Termasuk kepada Forkopimda. “Dengan adanya komunikasi yang baik ini, warga Kabupaten Probolinggo merasakan nyaman dalam menjalani kesehariannya. Kabupaten Probolinggo menjadi wilayah yang kondusif dan aman untuk ditingali,” katanya.

Sementara itu, pada malam Puncak Satu Tahun Nawa Hati itu, juga ditampilkan pemutaran video program Nawa Hati, termasuk capaiannya. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 itu, semakin meriah dengan penampilan band Pusakata yang digawangi Mohammad Istiqamah Djamad atau Is, mantan vokalis band Payung Teduh. (uno/fun)