Lupa Matikan Tungku saat Jemput Anak, 3 Rumah di Wiroborang Dilalap Api

MAYANGAN, Radar Bromo – Insiden kebakaran kembali terjadi di Kota Probolinggo. Senin (28/10) siang kebakaran terjadi di Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. Sedikitnya dua dari tiga rumah yang terbakar, mengalami kerusakan berat.

Informasinya, kebakaran tersebut berawal saat salah satu warga memasak nasi menggunakan tungku api. Nah, saat memasak, warga tersebut kemudian pergi untuk menjemput anaknya.

Menurut Budiono, Ketua RT 4 RW 1 setempat, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.30. Adapun warga yang menjemput anaknya tersebut diketahui bernama Yeti 40. “Belum selesai masak, ditinggal jemput anaknya sekolah. Dari situlah awal mula terjadi kebakaran hingga merembet ke dua rumah warga lainnya,” ujarnya.

BIKIN PANIK: Kebakaran tersebut sempat membuat panik warga karena berada di lokasi padat penduduk. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Budiono menjelaskan, rumah Yeti adalah rumah sewaan milik Roy asal Wiroborang. Kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja rumah Yeti. “Yeti baru bangun rumah di selatan rumah Totok Andiyanto, dan pekerjanya itu yang pertama kali tau kalau rumah Yeti terbakar,” imbuh Budiono.

Api yang membakar rumah Yeti, merambat ke rumah milik Totok Adiyanto 48, dan Totok Sumarto 65. “Posisi rumah Totok Adianto di sebelah selatan dan berdempetan dengan rumah Yeti. Sehingga saat merembet, api membakar rumah Totok dengan sangat cepat,” ujar Budiono.

Sedangkan untuk rumah Totok Sumarto, api hanya melalap bagian dapurnya. “Rumah Totok Adianto memang dalam keadaan kosong. Karena orangnya tidak ada di sini. Sedangkan untuk rumah Totok Sumarto, kebetulan istrinya ada. Tapi dia (istri Totok Sumarto, Red) tahu ketika api sudah besar dan membakar dapurnya,” ujarnya.

Kebakaran juga sempat membuat warga panik. Sebab, lokasi padat akan permukiman. Belum lagi angin berhembus cukup kencang.

Sementara itu, Totok Sumarto, salah satu pemilik rumah yang ikut terbakar mengaku tidak mengetahui bahwa dapur rumahnya ikut dilalap api. “Baru tahu ketika keponakan saya menjemput saya saat sedang melatih catur di GOR,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proses pemadaman sudah dilakukan warga dengan alat manual. Upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran api yang terlalu besar. Sehingga sekitar pukul 13.00 dua mobil Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo datang. Disusul dua unit mobil PMK, masing-masing milik Kabupaten Probolinggo dan milik PT KTI.

Menurut Sholeh Hermanto Provos/PTI Damkar Kota Probolinggo, proses pemadaman api diusahakan cepat. Karena kebakaran berada di tempat padat penduduk. “Api ditakutkan terus menyebar karena sebelah utara rumah Yeti juga hampir terbakar. Beruntung sekitar tiga puluh menit api bisa dipadamkan,” ujarnya. (mg1/fun)