Waduh, Banyak Jip Wisata di Kab Probolinggo Tak Uji Kir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Keselamatan berkendara, termasuk bagi wisatawan di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo. Karenanya, Dishub mengingatkan para pemilik jasa transportasi wisata untuk melakukan uji kir.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistiyanto mengatakan tujuan uji kir untuk mengetahui kelayakan transportasi wisata demi keselamatan wisatawan. “Ini, kami lakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sesuai Perbup Nomor 67/2016 tentang Tupoksi Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Di daerah Probolinggo, ada sekitar 850 jip yang beroperasi di kawasan Gunung Bromo. Heri mengatakan, sejauh ini ada ratusan jip yang belum melakukan uji kir. Bahkan, mereka belum melakukan kewajiban uji kir kendaraannya selama lima tahun terakhir.

“Di awal tahun ini kami memulai penertiban kepada para pemilik kendaraan jip angkutan wisata Gunung Bromo. Tercatat sampai akhir bulan Januari saja, UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub telah melayani uji kir sebanyak 57 unit jip wisata dari Bromo. Dipastikan jumlahnya akan terus bertambah,” ujarnya.

Uji kir sendiri, lanjut Heri, merupakan kewajiban pemilik kendaraan. Baik angkutan umum maupun mobil penumpang. Hal itu dilakukan agar kendaraan yang beroperasi tidak membahayakan keselamatan pengendara dan para penumpang.

Motivasi utama upaya ini bukan semata-mata demi untuk menyerap pendapatan asli daerah dari uji kir. Tetapi, untuk mengupayakan tindakan preventif untuk menjamin keselamatan para wisatawan Gunung Bromo. Mengingat, umur jip wisata yang memang rata-rata tergolong sudah tua dan Gunung Bromo semakin ramai kunjungan wisata.

Terpisah, Wakil Ketua Paguyuban Transportasi Wisata (Patra) Gunung Bromo Choirul Umam mengatakan saat ini memang banyak yang belum mengajukan uji kir. “Patra sendiri tahun ini melakukan uji kir sebanyak 65 jip. Untuk yang lain kurang tahu, melakukan sendiri atau tidak. Tapi, memang banyak yang tidak melakukan,” ujarnya. (sid/rud)