Petani di Sumber yang Dibunuh di Depan Anaknya Bermotif Asmara

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pembacokan pada Sukamto, 32, ternyata berlatar belakang asmara. Pelaku dendam pada Sukamto. Sebab, korban Sukamto diduga pernah selingkuh dengan istri pelaku.

Pelaku pembacokan sendiri berhasil ditangkap petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polsek Sumber, Kamis (24/10). Pelaku adalah Suham, 33, yang tidak lain tetangga korban.

Suham ditangkap di rumahnya di Dusun Darungan, Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dia ditangkap pukul 18.00 atau sekitar 7 jam setelah membacok korban.

DIAMANKAN: Celurit yang digunakan Suham untuk membacok Sukamto. (Foto: Polsek Sumber For Jawa Pos Radar Bromo)

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, sebenarnya pelaku sempat kabur setelah membunuh korban. Namun, pihaknya cepat memburu pelaku.

“Pelaku sempat kabur. Kami lantas melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah itu langsung memburu pelaku,” ujarnya.

Perburuan terhadap pelaku yang sudah diketahui identitasnya, ternyata tidak sia-sia. Petugas yang dipimpin langsung olehnya mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di rumahnya.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pelaku ada di rumahnya. Kemudian kami selidiki untuk membuktikan kebenarannya,” katanya.

Hasilnya, pelaku memang benar berada di rumahnya. Karena itu, kemudian petugas gabungan Opsnal Barat Polres dan Polsek Sumber langsung menggerebek rumah pelaku.

Saat digerebek, pelaku tidak melawan. Pelaku juga mengakui bahwa ia yang telah membacok korban Sukamto yang masih tetangganya.

“Kami membawa pelaku ke Mapolsek Sumber beserta barang buktinya, yaitu sebilah celurit,” ungkapnya.

Dari Mapolsek, pelaku digelandang ke Mapolres Probolinggo untuk penyelidikan lebih lanjut. Pada petugas, pelaku mengaku membacok korban karena cemburu.

“Pelaku dendam kepada korban. Pelaku cemburu pada korban karena diduga pernah berselingkuh dengan istrinya,” terangnya.

Karena itulah, kata Riski, saat bertemu korban di jalan, pelaku mencegatnya. Pelaku lantas membacok korban hingga tewas.

“Pelaku merasa sakit hati. Hingga kemudian membacok korban,” jelasnya.

Korban sendiri dicegat oleh pelaku di sebuah jalan dekat kebun kopi, Kamis (24/10). Saat itu korban baru pulang menjemput anaknya dari sekolah, sekitar pukul 11.30.

Karena dicegat oleh pelaku, korban pun berhenti. Saat korban berhenti, pelaku melemparkan tanah kering ke wajah korban.

Akibatnya, korban dan anaknya pun terjatuh. Saat dalam posisi jatuh dan tidak bisa melihat lantaran matanya terkena tanah, pelaku kemudian membacok tengkuk korban hingga nyaris putus.

Dalam keadaan sekarat, korban ditarik ke tengah kebun kopi di Desa Rambaan, Kecamatan Sumber. Tujuannya untuk meninggalkan jejak. Setelah itu, pelaku kabur.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (sid/hn/fun)