Wagub Jatim: Sapi Brujul Berpotensi Dongkrak Wisata Kota Probolinggo

DIPACU: Seorang peserta memacu sapinya agar bisa mencapai garis finis lebih awal dalam lomba di Lapangan Sapi Brujul, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Minggu (20/10) pagi. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WONOASIH, Radar Bromo – Karapan Sapi Brujul berpotensi mendongkrak sektor wisata di Jawa Timur. Termasuk bagi Kota Probolinggo yang telah ditetapkan memiliki Karapan Sapi Brujul sebagai warisan budaya tak benda.

Potensi ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemrov Jawa Timur Sinarto. Minggu (20/10), Sinarto datang dalam kegiatan Lomba Karapan Sapi Brujul di Lapangan Sapi Brujul, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Lomba ini diikuti 50 peserta dari Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Probolinggo bagus untuk pengembangkan Karapan Sapi Brujul. Selain itu, kotanya juga strategis untuk wisata. Maka, Gubernur mempertimbangkan Karapan Sapi Brujul itu penting,” ujarnya.

Sisi strategis Kota Probolinggo, menurut Sinarto, dilihat dari lokasinya yang memiliki jalur langsung ke wisata Bromo, Tengger, Semeru. Selain itu, juga ada wisata kapal pesiar yang sering masuk ke wilayah Kota Probolinggo.

HADIR: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Wawali Probolinggo. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap, setelah ditetapkannya Karapan Sapi Brujul sebagai warisan budaya tak benda, masyarakat bisa terus menjadikannya sebagai bagian dari kebudayaan Kota Probolinggo. “Karapan Sapi Brujul diharapkan bisa menjadi wisata budaya yang gaungnya sebagai wisata regional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, melihat penetapan Karapan Sapi Brujul sebagai warisan budaya tak benda menjadi aset untuk pengembangan wisata yang harus benar-benar bisa dimanfaatkan. Terutama, untuk meningkatkan daya tarik wisata Kota Probolinggo.

“Peluang besar yang harus digarap karena Bromo, Tengger, Semeru merupakan salah satu tema yang digarap Gubernur dan Presiden. Kota Probolinggo sebagai salah satu kota yang memiliki akses dekat kawasan Bromo, Tengger, Semeru, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Emil, kawasan atas Bromo, Tengger, dan Semeru memiliki keterbatasan dalam hal akses wisata. Terutama, dalam menampung kunjungan wisatawan. Karenanya, hal ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan akses wisata demi mendukung wisata Bromo, Tengger, Semeru. (put/fun)