Warga Sebar Ikan di Sungai Baujeng untuk Pantau Kondisi Air dari Limbah

BEJI, Radar Bromo – Ribuan bibit ikan nila disebar warga Baujeng, Kecamatan Beji di sungai setempat. Selain untuk penyelamatan ekosistem, penyebaran bibit ikan itu untuk mengukur kondisi sungai yang tercemar limbah.

Menurut Alif Udin, salah satu warga Baujeng, Kecamatan Beji, pencemaran sungai Baujeng oleh limbah, berdampak terhadap ekosistem di sungai setempat. Ia mengklaim, hampir tak menemukan “kehidupan” pada air sungai tersebut.

Ikan-ikan tak ada yang tampak. “Bahkan, binatang yuyu pun tidak pernah kelihatan,” sampainya.

Ia merasa, kondisi tersebut tentunya sangat memprihatinkan. Air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bagi ikan dan binatang air lainnya, malah menjadi ancaman.

Untuk menjaga ekosistem di sungai Baujeng itulah, ia dan warga yang lain menebarkan benih ikan nila. Sekitar 2 ribu benih ikan itu disebar, untuk mengukur pula kondisi air.

“Apakah memang, air tersebut berbahaya. Kalau ikan-ikannya pada mati, tentunya air sungai ini berbahaya,” sambungnya.

Aksi tebar benih itu, diikuti pula oleh muspika hingga kalangan pelajar. Sejumlah siswa ikut menebar ikan, untuk memberikan mereka pelajaran akan pentingnya kelestarian lingkungan.

“Ini untuk mengajarkan pelajar, untuk peduli terhadap lingkungannya,” imbuhnya.

Disampaikan Alif, pasca demonstrasi yang dilakukan, sungai Baujeng yang merupakan aliran air dari Sungai Tanggul dan Sungai Wangi, masih saja tercemar. Padahal, ada perjanjian-perjanjian yang dilakukan dengan pihak perusahaan. Kalau mereka tidak boleh membuang limbah di sungai.

“Kenyataannya, sungai kami tetap tercemar limbah. Bau menyengat dan warnanya tidak bening,” pungkasnya. (one/fun)