Pemadaman Gunung Ringgit dengan Water Bombing Terkendala Helikopter Rusak

TERTUTUP KABUT TEBAL: Kawasan Gunung Ringgit saat dipotret dari Ketanireng, Prigen. Inset: helikopter yang disiapkan untuk water bombing masih alami trouble, Kamis (17/10). (Rizal Syatori/Radar Bromo-Istimewa)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Untuk ketiga kalinya, pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Ringgit dengan metode water bombing kembali ditunda. Bila dua hari sebelumnya terkendala cuaca, eh kemarin terkendala kondisi helikopter yang alami trouble.

Hal ini disampaikan langsung kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana. “Hari ketiga pemadaman kebakaran hutan dengan water bombing urung terlaksana, sama dengan dua hari sebelumnya. Ini, karena helinya trouble atau ada gangguan teknis. Bukan terkendala cuaca,” cetusnya.

Karena mengalami kendala teknis atau trouble, heli tetap standby di Lanud Abdurahman Saleh di Malang. Saat ini heli tersebut tengah diperbaiki di Lanud Abdurahman Saleh. “Jika perbaikan teknisnya selesai, water bombing akan dilakukan,” kata Bakti sapaan akrabnya.

Terkait teknis water bombing-nya sendiri, ia sebutkan sekali terbang membawa air di dalam sebuah bag atau kantong besar di desain khusus. Sebelumnya, sudah diterapkan dan dipakai untuk pemadaman kasus karhutla di Kalimantan.

Sejak awal pekan lalu, heli itu sejatinya sudah standby di Malang. Namun, sampai kemarin belum bisa melakukan pemadaman di kawasan UPT Tahura R Soerjo.

“Sekali terbang, helinya bawah bag berisi air sekitar 10.000 liter. Rutenya Lanud Abdurahman Saleh – bendungan Selorejo – sasarannya. Begitu seterusnya sampai api dianggap padam,” ujarnya.

Secara terpisah, terkait titik api di Gunung Ringgit. Kepala UPT Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi menyebutkan, kemarin mulai pagi hingga sore tidak bisa terpantau secara jelas. Karena kawasan Gunung Ringgit tertutup kabut tebal.

“Terakhir, pada Rabu kemarin (16/10) terpantau ada satu titik api di Blok Garotan, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. Lokasinya berada di jurang dan sulit dijangkau. Mudah-mudahan sudah padam,” harapnya.

Disinggung luasan lahan yang terbakar totalnya berapa hektare, kejadian kebakaran hutan di Gunung Ringgit hampir sepekan terakhir, pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah pastinya.

“Luasan lahan yang terbakar di wilayah Gunung Ringgit sejauh ini proses evaluasi, juga pendataan. Berapa pastinya, sejauh ini belum diketahui,” terangnya. (zal/mie)