Panitia Belum Paham Aturan Pilkades, Penetapan Cakades Kecik Ditunda

BESUK, Radar Bromo – Panitia Pilkades Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, urung menetapkan cakades. Penyebabnya, panitia yang baru dilantik Rabu (16/10) itu belum paham sepenuhnya aturan Pilkades.

Camat Besuk Puja Kurniyawan mengatakan, sebenarnya penetapan empat bacakades Kecik hendak dilakukan Rabu (16/10) malam. Namun, penetapan urung dilakukan. Sebab, panitia tidak berani melakukan penetapan.

“Panitia belum paham Perbup Nomor 28/2019 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Penetapan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa. Jadi, mereka tidak berani menetapkan cakades,” katanya.

Menurutnya, hingga kemarin pihaknya belum mengetahui sampai kapan penetapan cakades Kecik ditunda. Pihaknya sendiri memberikan waktu pada panitia untuk mengkaji aturan itu. “Belum ditentukan sampai kapan. Semoga segera bisa ditetapkan,” ujarnya.

Bambang Susmoko, kabid Aparatur Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo menambahkan, dalam aturannya, penetapan cakades memang bisa ditunda. Penetapan paling lambat bisa dilakukan h-10 pencoblosan.

“Itu diterangkan pada pasal 30 tentang penetapan cakades. Tepatnya pada poin 7,” ujarnya.

Untuk Desa Kecik, menurutnya, yang ditunda bukanlah pilkadesnya. Melainkan hanya penetapan cakades. Sebab, panitia Pilkades Kecik baru dilantik Rabu (16/10). Dan Rabu adalah hari terakhir penetapan cakades, sesuai dengan tahapan yang ditentukan panitia pilkades Kabupaten Probolinggo.

“Pada hari terakhir penetapan itu kan mundur semua panitia Pilkades Kecik dan kemudian kami lakukan pelantikan. Karena masih baru, mereka masih mempelajari aturannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wadiddurahman, ketua panitia Pilkades Kecik mengatakan, panitia melakukan diskusi panjang malam itu untuk menetapkan cakades. Namun, penetapan akhirnya tidak bisa dilakukan.

“Kami baru dan tidak mengerti perda dan perbup. Sementara deadline sangat dekat. Maka kami memutuskan untuk menunda. Apalagi pengunduran diri panitia sebelumnya dadakan dan kemudian kami dibentuk. Itu kemudian yang kami tidak siap,” ujarnya.

 

11 Desa Sudah Tetapkan Cakades

Sementara itu, tahapan penetapan cakades pada Pilkades serentak tahun ini di Kabupaten Probolinggo usai dilakukan. Dari 12 desa yang mengikuti Pilkades serentak, 11 di antaranya sudah menetapkan cakades. Hanya Desa Kecik, Kecamatan Besuk, yang belum menetapkan cakades.

Bambang Susmoko, kabid Aparatur Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengatakan, hanya desa kecik yang belum menetapkan cakades. Sebab, panitia tidak berani melakukan penetapan.

“Di Desa Kecik kan panitianya baru. Jadi belum memahami perbup. Jadi masih akan memahami,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 46 bacakades yang mendaftar, sebanyak 36 orang dinyatakan lolos. Artinya, ada enam bacakades yang dinyatakan gagal. Sedangkan empat lainnya belum ditetapkan.

“Ada enam yang resmi tidak lolos. Nah, untuk yang empat ini bacakades di Kecik. Ini masih dalam proses,” tuturnya.

Bacakades yang tidak lolos kebanyakan adalah desa yang punya bacakades lebih dari lima. Sehingga, dilakukan seleksi tambahan setelah seleksi administrasi.

“Untuk yang jumlah bacakadesnya lebih dari lima, diseleksi lagi. Yaitu, seleksi pengalaman, ijazah, dan terakhir umur,” ungkapnya.

Selanjutnya, setelah penetapan bacakades, pihaknya akan menggelar deklarasi damai pada 21 Oktober. Sedangkan kampanye akan dilakukan pada H-6 selama tiga hari saja. Sebab, H – 3 sudah memasuki masa tenang.

“Tahapannya masih panjang. Mulai dari pemvalidan DPS, kemudian ditetapkan menjadi DPT. Setalah itu baru kampanye dan kemudian masa tenang dan dilanjut dengan pencoblosan,” katanya. (sid/hn)