Numpang di Rumah Anak, Pemdes Bulujaran Lor Usahakan Bantuan

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kebakaran yang melalap lima rumah di Dusun Sabtuan, Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan, memang tidak memakan korban jiwa. Namun, kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Mencapai sekitar Rp 100 juta. Selain itu, kini sejumlah korban harus numpang di rumah anaknya.

Kasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Kabupaten Probolinggo Suud mengatakan, kebakaran hebat itu memang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian materi tidak bisa dihindarkan. Dari lima rumah itu, kerugian yang diderita korban mencapai sekitar Rp 100 juta.

Kerugian terbesar diderita oleh Suparmi dan Niri. Mereka ditaksir mengalami kerugian Rp 70 juta. Maklum, yang berdempetan milik ibu dan anak ini rata dengan tanah. Ada juga korban Dulmisdin dan Asno, masing-masing mereka diperkirakan menalami kerugian Rp 10 juta. Sedangkan, kerugian Jamhar ditaksir mencapai Rp 20 juta. “Untungnya tidak ada korban jiwa dan api tidak menjalar lebih luas,” ujar Suud.

Melihat adanya kejadian ini, Suud mengimbau kepada warga untuk lebih waspada. Terutama ketika meninggalkan rumah. “Warga harus lebih waspada ketika meninggalkan rumah. Sebaiknya saluran listrik yang berpotensi terjadi korsleting dicek terlebih dahulu agar kejadian ini tak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Desa Bulujaran Lor Urip mengatakan, Suparmi dan Niri merupakan satu keluarga. Namun, mereka tinggal di rumah berbeda meski rumahnya berdekatan. Suparmi tinggal bersama suami dan Niri tinggal seorang diri. Namun, rumah mereka berdempetan.

“Karena rumahnya kebakaran, mereka menumpang di rumah anak Suparmi. Jaraknya sekitar 30 meter dari lokasi kebakaran,” ujarnya.

Urip mengaku, melihat warganya dilanda bencana, pihaknya akan berusaha untuk meringankan beban mereka. Salah satunya dengan mengusahakan ada bantuan dari pihak-pihak terkait. “Masih kami ajukan, barang kali bisa kami bantu menggunakan anggaran desa atau nanti kami carikan dana bantuan lain,” ujar Urip. (ar/rud)