Nilai Perbup Multitafsir, Panitia Pilkades Kecik Mundur

BESUK, Radar Bromo-Panitia Pilkades Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, mengundurkan diri secara bersamaan. Penyebabnya, mereka menganggap Perbup 28/2019 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Perangkat, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa multitafsir.

Pengunduran diri itu dilakukan Selasa (15/10) malam. Sebanyak 11 panitia Pilkades membuat surat pernyataan mengundurkan diri secara serentak. Bahkan, surat tersebut sampai beredar luas di media sosial facebook.

Luqman, eks ketua panitia Pilkades Kecik mengatakan, kondisi Perbup yang multitafsir membuat seluruh panitia menjadi resah. Sebab, kondisi multitafsir itu menciptakan celah pelanggaran hukum di dalamnya. Efeknya, panitia bisa diperkarakan oleh masyarakat yang tidak terima akan keputusan panitia dalam proses Pilkades serentak itu.

Perbup yang multitafsir ini, menurut Luqman, khususnya ada di pasal 24 tentang penyaringan bakal calon kepala desa (bacakades). “Di situ ada klarifikasi. Nah, klarifikasi ini kan multitafsir. Apa hanya diteliti atau bagaimana,” ujarnya.

Panitia, menurut Luqman, sudah menanyakan hal itu pada Dinas PMD. Dan hasilnya, ada dua pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat, ketika ditemukan surat yang tidak sesuai atau palsu, maka surat tersebut tidak perlu diperbaiki. Dengan kata lain, bacakades yang bersangkutan harus dieliminasi.

Pendapat yang lain malah menyatakan sebaliknya. Bahwa surat yang tidak sesuai atau palsu, boleh diperbaiki. Sebab, klarifikasi itu sifatnya hanya untuk melakukan pengecekan.

Faktanya di lapangan, menurut Luqman, ada salah satu ijazah bacakades yang legalisasinya tidak diakui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Yang bersangkutan lantas mengurus dan memperbaiki ijazah dimaksud.

Lha ini kami terima atau bagaimana. Di Perbupnya tidak ada keterangan untuk diperbaiki. Hanya melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Karena mundurnya 11 panitia Pilkades tersebut, pihak kecamatan yang tergabung dalam panitia kabupaten melakukan pemilihan panitia baru. Panitia tersebut, langsung dilantik dan disahkan kemarin (16/10) sekitar pukul 10.00.

Hal itu diungkap oleh Camat Besuk Puja Kurniyawan. “Karena semuanya mengundurkan diri, maka kami mengangkat panitia baru. Mereka telah dilantik dan langsung bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sebenarnya telah menjelaskan isi Perbup yang membuat panitia sebelumnya bingung. Bahkan, mereka telah dipertemukan dengan panitia tingkat kabupaten. Namun, para panitia bersikukuh mundur.

“Sudah kami beri pemahaman mengenai definisi klarifikasi. Tapi mereka takut karena ancaman. Saat kami tanya ancaman apa, mereka tidak menjawab,” ujarnya. (sid/hn)