Remaja Prigen Dibegal di Pandaan, Motor Beat Dirampas dan Korban Disabet Celurit di Kepala-Punggung

PANDAAN, Radar Bromo– Aksi kejahatan jalanan di Kabupaten Pasuruan kembali terjadi. Kali ini Husni Mubarok, 18, yang menjadi korbannya. Remaja asal Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, dibegal saat melintas di jalan Rejoso-Candi, di Desa Tunggulwulung, Pandaan, Selasa (15/10) malam lalu.

Korban tak hanya kehilangan motor Honda Beat miliknya. Sebab, korban juga disabet celurit di bagian kepala, wajah dan tangan dan punggungnya. “Motor saya dirampas oleh pelaku begal, juga melukai tubuh saya dengan sabetan celurit berulang kali mengenai tangan, punggung, pipi dan kepala. Lalu berhasil kabur, meskipun tubuh mengalami luka-luka,” terang Husni, sapaan akrabnya, korban begal ditemui dirumahnya.

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, aksi begal itu terjadi sekitar pukul 20.00. Malam itu, ia mengendarai motor Honda Beat membonceng Galih, 19, temannya, yang juga berasal dari Bulukandang. Mereka dari Bangil dan hendak pulang kerumahnya.

Saat melintas jalan kabupaten di Desa Tunggulwulung,  yang jauh dari perkampungan warga, tiba-tiba laju motornya dipotong dengan motor jenis yang sama. Ada dua pelaku yang berboncengan. Salah seorang yang dibonceng langsung turun dan mendatanginya sambil mengacungkan sebilah celurit dan mengancam keduanya.

Akhirnya Galih rekannya yang dibonceng ketakutan, langsung turun dan lari ke arah utara. Sedangkan Husni menyusul kabur, dan hendak putar balik kearah utara. Seketika itu diserang sabetan celurit berulang kali dan mengenai sejumlah anggota badannya.

“Dengan posisi luka-luka, motor saya letakkan di aspal langsung lari ke utara menyusul Galih. Saat itu juga motor langsung dirampas pelaku dan dibawa kabur kearah selatan,” ucapnya.

Setelah lari menempuh jarak sekitar 150 meter, korban ketemu Galih. Saat itu juga kompak berteriak minta tolong. Mengetahui ada teriakan korban beserta temannya. Warga sekitar pun datang dan mendatanginya. Malam itu juga oleh warga setempat dievakuasi dan dibawah ke UGD RS. Aisiyah Pandaan di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Pandaan.

Usai perawatan luka-lukanya selesai, korban didampingi keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pandaan. “Pelakunya berjumlah dua orang berboncengan. Satu sebagai joki dan satunya eksekutor dan membawa celurit. Ciri-cirinya pakai helm dan bermasker, berjaket dan celana jeans. Wajah dan nopolnya tak bisa dikenali, karena di TKP gelap,” bebernya. (zal/fun)