Ajak Warga dan Ribuan Santri Minta Hujan

PAJARAKAN, Radar Bromo- Panjangnya musim kemarau membuat sejumlah daerah mulai dilanda kekeringan. Termasuk di Kabupaten Probolinggo. Lahan pertanian banyak kekurangan air. Bahkan, ketersediaan air bersih juga berkurang.

Kondisi ini mendapat perhatian dari banyak pihak. Termasuk dari kalangan pesantren. Selasa (15/10) lalu, ribuan santri Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, menggelar salat Istisqa.

Ribuan santri itu mulai berkumpul di lapangan P5 Pesantren Zainul Hasan Genggong, pukul 05.00. mereka berikhtiar untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Di antara para santri, terlihat juga Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. Serta, KH. Moh. Hasan Naufal dan Nun Hassan Ahsan Malik.

Sebelum salat Istisqa, mereka melaksanakan salat Duha berjamaah yang diimami oleh Kiai Mutawakkil. Dilanjutkan salat Istisqa yang diimami K.H. Moh. Hasan Naufal dengan khatib Nun Hassan Ahsan Malik.

Nun Hassan Ahsan Malik mengaku berterima kasih kepada para jamaah yang bersedia meluangkan waktu untuk salat Istisqa. Ia menegaskan, salat Istisqa menjadi salah satu cara untuk meminta hujan.

“Dalam beberapa bulan ini wilayah Kabupaten Probolinggo dan sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren mengalami kekeringan,” ujar pria yang akrab dipanggil Nun Alex tersebut.

Salat meminta hujan itu, kemarin tak hanya diikuti santri. Di antara mereka, juga hadir para guru dan pengurus pesantren. Bahkan, warga di sekitar Pesantren Zainul Hasan Genggong juga banyak yang mengikutinya.

Nun Alex mengimbau warga, terutama para santri untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT. Agar segera turun hujan, sehingga kekeringan di sejumlah daerah bisa segera berakhir.

“Mari bersama-sama memohon agar Allah menurunkan hujan. Kami juga berharap kemarau yang berkepanjangan ini segera usai dan masyarakat makmur kembali,” ujarnya. (rud/fun)