4 Jam, 8.000 Liter Premium Ludes di Kota Probolinggo

ANTRE: Puluhan pengendara motor mengantre di SPBU Kasbah, Jalan Soekarno-Hatta Kota Probolinggo untuk mendapatkan BBM. Sejak sebulan terakhir, setiap SPBU di Kota Probolinggo hanya dapat jatah premium 8.000 liter per hari. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Sejak sebulan terakhir sering terlihat antrean kendaraan bermotor di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Probolinggo. Mereka mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Sejak sebulan terakhir, stok premium di SBPU sering habis. Rupanya, setiap SPBU hanya dijatah 8.000 liter per hari. Padahal, biasanya bisa sampai 16.000 liter per hari. Selasa (15/10), antrean panjang terlihat di SPBU Kasbah, Jalan Soekarno-Hatta Kota Probolinggo.

Salah seorang petugas SPBU Kasbah mengatakan, khusus premium, SPBU-nya dijatah 8.000 liter per hari. Karenanya, ketika stok premium tersedia terjadilah antrean panjang. Bahkan, sampai meluber ke Jalan Soekarno-Hatta. “Kalau untuk yang lain, seperti pertalite dan pertamax bisa sampai 16.000 liter per hari,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengawas SPBU Mastrip, Kota Probolinggo Puji Purwanto. Menurutnya, sudah sebulan jatah premium dikurangi. “Kami tidak tahu langkanya premium kenapa. Yang jelas dari Pertamina Surabaya, seluruh SPBU di Probolinggo per hari hanya dibatasi 8.000 liter,” ujarnya.

Biasanya, SPBU Mastrip meminta kiriman minimal 16.000 liter premium. Namun, kini hanya bisa mendapatkan 8.000 liter per hari. “Setiap hari pasti datang, namun waktunya tidak menentu. Kadang siang, malam, pagi, kadang dini hari,” ujarnya.

Karena terbatasnya kiriman premium, pihaknya membatasi pembeliannya. Konsumen kendaraan bermotor roda dua dibatasi Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu untuk mobil. “Kami tidak melayani yang pakai jeriken atau tong,” ujarnya.

Menurutnya, jika premium datang, otomatis langsung banyak pembeli yang mengantre. Padahal, jadwal datangnya saja tidak menentu. Bahkan, 8.000 liter permium bisa habis hanya dalam waktu 4 jam.

“Tadi malam truk pengirimnya tiba. Sekitar pukul 05.00 kami buka dan pukul 09.00 pagi sudah habis. Mungkin banyak yang pakai premium karena lebih murah. Harga per liter Rp 6.450. Kalau pertalite Rp 7.650 dan pertamax Rp 9.850 per liter,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DKUPP Kota Probolinggo Sugeng Riyadi mengatakan, sulitnya mendapatkan premium sudah menjadi isu nasional. Namun, pihaknya tidak bisa membuat kebijakan. Sebab, kini pihaknya tidak mengurusi air dan mineral lagi. “Kewenangan itu diambilalih provinsi. Jadi kami tidak bisa mengambil langkah, sifatnya hanya koordinasi,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari petugas Pertamina Jawa-Bali, Rifki Rahman Yusuf. Namun, belum berhasil dihubungi melalui selulernya. (rpd/rud)