Santri, TNI, Polri hingga Tokoh Masyarakat Gelar Salat Istisqa’ Supaya Hujan Turun

BANGIL, Radar Bromo – Ribuan santri, anggota polri dan TNI memadati halaman Mapolres Pasuruan Senin (14/10). Mereka berkumpul untuk mengikui salat Istisqa’ agar hujan segera melanda.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kegiatan salat Istisqa’ itu berlangsung sekitar pukul 16.30. Sebelum menggelar salat, para jamaah terlebih dahulu menggelar istighotsah dan beristigfar.

Tidak hanya dari kalangan santri yang hadir, karena sejumlah ulama, hingga pejabat di lingkungan Pemkab turut serta. Termasuk Wabup Pasuruan, Mujib Imron yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofik Ripto Himawan menguraikan, kemarau yang berkepanjangan memang berdampak terhadap lingkungan. Tidak hanya berimbas pada kekeringan, tetapi juga berdampak terhadap bencana kebakaran.

Kebakaran itu cukup luas, melanda Arjuno, Welirang dan lainnya. Bahkan, untuk yang menjadi kawasan Tahura, sudah ada sekitar 27 hektare lahan yang hangus terbakar. Belum termasuk kawasan lain.

“Kami sudah berusaha untuk memadamkan api. Sekarang saatnya untuk berserah diri. Semoga bencana ini bukanlah azab, tetapi sebuah peringatan,” kata Rofik.

Sebagai umat Islam, memang dianjurkan untuk salat Istisqa’ untuk meminta hujan. Ia berharap, agar doa agar hujan bisa turun terkabul. Sehingga, kebakaran hutan yang terjadi, tidak semakin luas dan bisa segera padam.

“Harapan kami, hujan bisa segera turun. Sehingga kebakaran yang terjadi, bisa padam,” ungkapnya.

Wabup Pasuruan, Mujib Imron mengapresiasi langkah yang dilakukan Kapolres Pasuruan, dengan kegiatan salat Istisqa’ agar hujan segera turun. Karena saat masyarakat butuh air, imbas kekeringan memang dianjurkan untuk salat Istisqa’.

“Harapan kami, kegiatan ini juga diikuti ponpes-ponpes di wilayah Kabupaten Pasuruan. Supaya, hujan bisa turun. Sehingga, kekeringan dan kebakaran bisa teratasi,” pungkasnya. (one/fun)