Malam Padam, Siang Hutan di Gunung Ringgit Terbakar Lagi

PRIGEN, Radar Bromo – Kebakaran hutan di Gunung Ringgit yang berlangsung selama tiga hari, sudah ditetapkan menjadi tanggap darurat. Status tersebut pantas diberikan lantaran api memang belum benar-benar padam. Ini terlihat lantaran api sempat menyala kembali.

Sebelumnya, api sempat dinyatakan padam pada Minggu malam (13/10). Namun Senin siang (14/10), api kembali muncul di lereng Gunung Ringgit. Tepatnya di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. Api diketahui sejak pukul 13.00. Terpantau jelas kepulan asapnya, baik dari wilayah Prigen maupun Pandaan.

“Kebakaran hutannya berlangsung sekitar tiga hari di Gunung Ringgit, apinya berhasil dipadamkan pada Minggu (13/10) jelang tengah malam. Hingga dini hari masih aman. Tapi ternyata siangnya terjadi kebakaran lagi,” terang Kapolsek Prigen Iptu Slamet Wahyudi.

Untuk lokasi kebakaran yang terkini dilapangan, kata kapolsek, lokasinya beda dengan kejadian kebakaran sebelumnya. Tepatnya di lereng Gunung Ringgit, di bawah blok Sawahan yang terbakar pada Jumat lalu (11/10).

“Dugaan kami titik api baru ini muncul imbas dari bara api kejadian kebakaran sebelumnya. Terkena hembusan angin kencang, akhirnya vegetasi yang ada terbakar lagi,” ungkapnya.

Bersamaan dengan munculnya titik api baru tersebut, tim karhutla di hari yang sama, bergegas naik ke atas menuju lokasi untuk melakukan pemadaman, jelang sore hari. Adapun personel yang dikerahkan sekitar puluhan jumlahnya, yang terdiri dari pamhut, relawan, TNI dan Polri.

Hingga berita ini ditulis, kebakaran hutan di lereng Gunung Ringgit masih berlangsung dan sedang ditempuh upaya pemadamannya.

Secara terpisah, kepala UPT. Tahura R. Soerjo Ahmad Wahyudi membenarkan api sempat padam. Kemudian terjadi kebakaran lagi di Gunung Ringgit.

Pada Minggu malam, pihaknya memastikan kebakaran hutan padam. Semua tim pemadaman balik dan turun kembali ke bawah pulang ke rumahnya masing-masing. Personel turun untuk recovery sekaligus istirahat.

“Kebakaran hutan masih rawan terjadi, karena penghujan belum turun. Untuk luasannya berapa hektare yang terbakar, belum kami ketahui dan pastikan. Tunggu semuanya padam dulu, sekaligus lanjut evaluasinya,” kata Wahyudi, sapaan akrab kepala UPT. Tahura R. Soerjo. (zal/fun)