Rindu, Warga Pakuniran Bongkar Makam dan Bawa Pulang Jenazah Ibu

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Nasir, 45, warga Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo bikin geger warga di desanya. Itu, setelah ia membongkar makam orang tuanya yang telah dikubur 35 hari. Ceritanya pun sempat viral dan menggerkan jagad dunia maya.

Makam yang dibongkar Nasir adalah makam Sumarto, 70. Ia merupakan orang tua dari empat bersaudara dan salah satunya Nasir. Pembongkaran makam itu sendiri dilakukan Nasir Sabtu (12/10) lalu sekitar pukul 16.00.

Kapolsek Pakuniran Iptu Haby Sutoko membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pelaku mengamalami gangguan jiwa. Sehingga, melakukan pembongkaran terhadap makam ibunya sendiri, Sumarto. “Pelaku ini mengalami gangguan jiwa tingkat berat. Alasannya rindu pada ibunya, ” kata Haby.

Menurut Haby, 2 anak Sumarto mengalami gangguan jiwa. Sedangkan dua lainnya sehat. Yang mengalami gangguan jiwa adalah Nasir dan Sawi. Untuk Sawi, mengalami gangguan jiwa yang tidak begitu parah. “Mayat ibunya itu sempat dibawa pulang,” katanya.

Mayat tersebut dibawa pulang dengan dimasukan kedalam karung. Sesampainya dirumah, aksi tersebut diketahui Oleh Sul, yang tak lain adalah Kakak Nasir.

Karena itu, Sul langsung merayu Nasir untuk mengembalikan mayat ibunya itu ke tempat awal yaitu kuburan.

“Nasir kemudian menuruti dan membawa kembali makam itu ke kuburan. Saat hendak dikubur ada yang mengetahui dan kemudian direkam. Karena itu menjadi viral di media sosial, ” terang Haby.

Karena hal itu, pihaknya kemudian meminta pihak desa memantau kegiatan Nasir. Selain itu ia menyarankan juga untuknya di bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Sehingga mendapatkan perawatan. Haby juga berharap video yang terlanjur tersebar itu jangan disebar luarkan kembali.

Informasinya, Sumarto meninggal lantaran sakit yang ia alami. Perempuan 70 tahun ini meninggalkan 4 orang anak, anak pertama masih belum diketahui, anak kedua yakni Sul, anak ketiga, Nasir dan keempa yakni Sawi. (sid/mie)