Pencairan BPNT di Kota Pasuruan Bulan Ini Terlambat

PURWOREJO, Radar Bromo – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kota Pasuruan tampaknya harus bersabar sejenak. Pasalnya, dana bantuan yang semestinya sudah cair bulan ini, mengalami keterlambatan.

Keterlambatan tersebut tak hanya terjadi di Kota Pasuruan saja. Melainkan juga daerah lain.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Hery Dwi Sujatmiko membenarkan keterlambatan pencairan dana tersebut. Kondisi itu dikarenakan pemerintah pusat tengah menyesuaikan kebijakan yang baru saja diterapkan. Yakni terkait perubahan mekanisme penyaluran bantuan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan bertanggal 19 September lalu. Dalam peraturan baru itu, ada tahapan konfirmasi terhadap masing-masing rekening KPM sebelum penyaluran dana bantuan dilakukan. Pemeriksaan rekening itu dilakukan secara online menggunakan aplikasi.

“Kami sudah menerima pemberitahuannya terkait keterlambatan ini. Memang seharusnya penyaluran dimulai per tanggal 10 tiap bulan,” ungkap Hery.

Lebih lanjut, Hery juga belum bisa memastikan kapan dana BPNT di Kota Pasuruan akan cair. Sebab pihaknya juga masih menunggu tindak lanjut dari Kemensos RI. Akan tetapi, kata Hery, dana bantuan itu dimungkinkan tetap dicairkan pada bulan ini.

“Keterlambatan ini tidak lama. Kemungkinan penyaluran akan segera dilakukan, yang jelas tetap pada bulan Oktober. Kami juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat,” bebernya.

Dia juga menegaskan, jika keterlambatan pencairan dana itu hanya terjadi bulan ini saja. “Artinya, penyaluran bantuan pada bulan depan dipastikan kembali normal sebagaimana sebelumnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah KPM BPNT di Kota Pasuruan saat ini sebanyak 7.778. Setiap KPM dapat mencairkan bantuan berupa bahan pokok beras dan telur ayam melalui e-warong. Setiap bulan, besaran bantuan yang ditentukan nilainya Rp 110 ribu. (tom/fun)