Pemkab Probolinggo Perlu Dukungan Lintas OPD untuk Tekan Stunting

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka stunting di Kabupaten Probolinggo, telah mengalami penurunan. Pada 2018 berada di 17,29 persen menjadi 14,19 persen per September 2019. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, masih terus berusaha menekannya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan melalui kampanye stunting. Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan mulai bulan depan. Agar lebih maksimal, Dinkes menyebut menekan angka stunting perlu dukungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, upaya menurunkan angka stunting akan terus dilakukan. Salah satunya dengan melaksanakan kampanye stunting. “Ini agenda ke depan yang akan kami laksanakan. Sekarang sedang kami susun dan pelaksanaannya insya Allah di bulan November,” ujarnya.

Konsep kampanye yang akan dilakukan nanti berupa sosialisasi dan talkshow. Dalam kegiatan ini masyarakat dapat berkonsultasi terkait masalah stunting. Baik dalam pencegahan dan deteksi dini penyebab terjadinya stunting.

“Walaupun sampai dengan saat ini angka stunting sudah mengalami penurunan, masih tetap kami lakukan upaya menekan angka stunting. Supaya lebih sedikit. Tidak ada target angka, namun kami akan upayakan sekecil mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinkes Kabupaten Probolinggo telah melakukan berbagai upaya hingga angka stunting menurun. Sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat masih intens dilakukan.

Pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah OPD untuk merealisasikan penurunan angka stunting sekecil mungkin. “Stunting merupakan masalah yang kompleks. Untuk mengatasinya perlu dukungan dari beberapa OPD, seperti Dinas Perkim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, untuk mendukung kami agar tujuan menurunkan angka stunting dapat terwujud,” ujarnya. (ar/rud/fun)