Pedagang Pasar di Kota Probolinggo Setuju Timbangan Ditera Ulang

CERMAT: Salah seorang pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo, menimbang jualannya. Sejumlah pedagang menyambut positif adanya rencana layanan Kemetrologian di Kota Probolinggo. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Rencana adanya layanan Kemetrologian di Kota Probolinggo, disambut positif oleh sejumlah pedagang. Alasannya, mereka sudah lama tidak melakukan tera ulang timbangannya, sehingga khawatir ada ketidaksesuaian.

“Sudah lama timbangan tidak diperiksa. Dulu setahun sekali selalu diperiksa, kalau ada lagi saya mau ikut,” ujar salah seorang pemilik toko kelontong di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, Marliah.

Menurutnya, dulu setiap tahun pihaknya membawa timbangannya ke kantor kecamatan untuk diperiksa. Biasanya ada perubahan yang perlu diperbaiki. “Perubahan itu untuk menyesuaikan timbangan yang posisinya bergeser supaya lebih akurat. Ini sudah dua tahun tidak diperiksa, pasti sudah ndak pas lagi timbangannya,” ujarnya.

Ibu dua anak ini melihat perlu adanya pemeriksaan timbangan. Apalagi, sempat menyebar di media sosial beberapa waktu lalu timbangan pedagang buah yang tidak sesuai. “Dulu kan sempat ramai pembeli buah protes gara-gara tidak sesuainya jumlah buah yang dibeli dengan saat ditimbang kembali di rumah. Itu merugikan konsumen,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan salah satu pedagang buah di Jalan Mastrip Kota Probolinggo, Mukhsin, 35. Ia mengaku juga akan membawa timbangannya untuk ditera ulang.

“Beberapa waktu lalu sempat viral masalah timbangan tidak sesuai cukup mengganggu juga. Karena beberapa kali pembeli setelah pulang komplain hasil timbangannya tidak sesuai. Padahal, dia sudah melihat sendiri angka timbangan sudah 1 kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, timbangan tidak sesuai bisa jadi karena beda jenis timbangan yang digunakan. “Saya pakai timbangan dari bahan aluminium ini dan pembeli pakai timbangan digital,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya tera ulang, bisa membantu konsumen supaya saling percaya dan tidak ada yang dirugikan. “Bisa juga timbangan saya memang bermasalah, tetapi bukan dikerjain. Karena lama tidak ditera, kan bisa juga,” ujarnya.

Diketahui, tahun depan DKUPP Kota Probolinggo akan menjalankan Unit Kemetrologian. Salah satunya masalah tera ulang timbangan. Namun, sejauh ini DKUPP masih menyiapkan segala keperluannya. Termasuk, soal tarif tera. (put/rud/fun)