Karhutla Gunung Ringgit, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

PRIGEN, Radar Bromo – Kebakaran yang masih berlangsung di Gunung Ringgit hingga tiga hari lamanya, membuat Pemkab Pasuruan bersikap. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf akhirnya menetapkan bencana tersebut menjadi status tanggap darurat.

Status itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pasuruan Nomor 360/756/HK/424.014/2019 Tentang penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

“Untuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Prigen, statusnya sekarang tanggap darurat. SK Bupati Pasuruan ditetapkan dan ditandatangani 12 Oktober kemarin,” kata kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana.

Status tanggap darurat di lapangan, kata Bhakti, sesuai dengan SK Bupati Pasuruan selama 10 hari. Terhitung mulai 12 Oktober hingga 21 Oktober mendatang.

DARI JAUH: Api yang membakar blok Sawahan di Gunung Ringgit yang berlangsung Sabtu (12/10) malam. Kebakaran masih berlangsung sampai Minggu (13/10) dan upaya pemadaman terus dilakukan. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Di samping itu, dikeluarkannya status ini, dengan pertimbangan untuk mengantisipasi dampak bencana yang lebih meluas. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan darurat bencana cepat, tepat dan terpadu. Sesuai standar dan prosedur penanganan pada masa tanggap darurat katanya.

“Status tanggap darurat ini menindaklanjuti surat permohonan dari kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim. Ini juga terkait pengendalian kebakaran hutan di Tahura R. Soerjo. Ditujukan langsung ke empat kepala daerah. Selain Kabupaten Pasuruan, juga ada Kabupaten Malang dan Mojokerto, serta Kota Batu,” ungkapnya.

Bersamaan dengan keluarnya SK Bupati Pasuruan untuk status tanggap darurat terkait karhutla di wilayah Prigen, kepala daerah juga mengajukan permohonan penanganan karhutla di lokasi yang sulit terjangkau. Permohonan tersebut ditujukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI melalui Gubernur Jatim.

“Pemerintah daerah melalui Bupati Pasuruan juga melayangkan surat permohonan ke pusat. Bantuan pemadaman kebakaran hutan dengan cara water bombing, melalui udara di lokasi hutan yang terbakar. Seperti di Batu saat kebakaran di puncak Arjuno, pada awal September lalu,” tegasnya. (zal/fun)