9 Bulan, Penerimaan RPH di Kab Pasuruan Masih Rp 120 juta

WONOREJO, Radar Bromo – Sampai akhir September, penerimaan retribusi dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan masih tercapai Rp 120 Juta. Kendati begitu UPT RPH Kabupaten Pasuruan tetap optimistis target sebesar Rp 165 juta bisa tercapai sampai akhir tahun nanti.

M. Syaifi, Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan mengatakan, realisasi retribusi sejauh ini sekitar 72 persen dari target yang ditentukan Rp 165 juta.

“Sebenarnya dari target persentase, masih kurang sedikit. Yaitu 72 persen dari idealnya 75 persen di kuartal ketiga,” terang Syaifi.

Menurutnya, masih belum tercapainya target persentase bulan kemarin lantaran pengaruh bulan Suro. Saat itu, di masyarakat memang minim kegiatan. Seperti selamatan sampai pernikahan. Lantaran itulah, target 75 persen belum tercapai.

Selain itu, konsumsi daging sapi di masyarakat memang ada tren menurun beberapa tahun ini. Lantaran masyarakat memang banyak memilih daging ayam dan ikan yang harganya lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

“Selain itu, saat ini kondisi sapi yang dipotong juga ukurannya lebih besar. Seperti jenis sapi limusin dan simental yang dari segi bobot memang lebih besar yaitu antara 600-700 kilogram. Dibandingkan dulu lebih banyak jenis sapi peranakan ongol (PO) di mana bobot hanya sekitar 250-300 kilogram,” terangnya.

Dengan kondisi penerimaan yang masih Rp 120 juta, UPT RPH optimistis target penerimaan RPH di Kabupaten Pasuruan bisa tercapai. Ini lantaran pada akhir tahun ada Maulid yang akan meningkatkan permintaan daging sapi. Juga perayaan pernikahan dan selamatan pada akhir tahun yang bakal meningkatkan pemotongan sapi di RPH. (eka/mie)