Polisi Tak Temukan Bekas Luka di Tubuh Mayat yang Diikat di Perairan Lekok

LEKOK, Radar Bromo – Dugaan kasus pembunuhan terhadap perempuan tanpa identitas di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan belum terpecahkan. Kepolisian hingga saat ini masih belum menerima laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso menegaskan, penyelidikan atas kasus itu terus berjalan. Pihaknya pun meminta jajaran Bhabinkamtibmas untuk menggali informasi di wilayah pelosok. “Hasil lidik belum banyak perkembangan. Karena belum ada petunjuk mengenai identitas korban,” beber Slamet.

Karena itu, pihaknya belum bisa menelusuri siapa saja yang perlu dimintai keterangan sebagai saksi. Sebab, pengembangan penyelidikan bisa berjalan dengan adanya identitas korban.

Sementara korban yang diperkirakan sudah berumur 60 tahun itu juga belum terlacak identitasnya. Kemungkinan karena belum pernah merekam data identitas kependudukan.

Slamet juga menyebut, dari hasil otopsi yang dilakukan tim forensik tak ditemukan bekas luka pada jenazah korban. “Korban tewas karena banyak air yang masuk di lambungnya,” jelasnya.

Pihaknya belum memastikan lebih lanjut proses kematian korban. Kemungkinan korban memang ditenggelamkan. “Tapi apakah diceburkan dulu hingga meninggal lalu dibuang di laut atau bagaimana kami belum bisa memastikan,” ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, mayat berjenis kelamin perempuan itu ditemukan nelayan di Pantai Pasir Panjang, Wates, Kecamatan Lekok, Rabu (18/9) pagi. Sontak hal itu menggegerkan warga lainnya. Sebab, mayat perempuan itu ditemukan dalam kondisi terikat.

Kedua tangannya diikat ke arah depan dengan tali warna hitam. Lalu, mayat diberi pemberat berupa batu berbentuk kotak berukuran cukup besar. Saat ditemukan, batu ini ada di perut korban. (tom/mie)