Perkosa Anak Tiri, Pria 66 Tahun asal Leces Diamankan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Di usianya yang sudah uzur, MD, 66, tega memperkosa anak tirinya yang masih di bawah umur. Warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo itupun, ditangkap Rabu (9/10) oleh petugas Polres Probolinggo.

Pemerkosaan itu terjadi pada Maret lalu. Namun, korban NM, 14, baru melapor. Dia melapor ke Polres Probolinggo dengan ditemani ayah kandungnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pemerkosaan itu berawal saat listrik padam di rumah korban. Saat itu, korban sedang tidur dengan adiknya di kamar depan.

Begitu listrik padam, pelaku masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Setelah menutup pintu, pelaku membuka celananya. Tidak lama kemudian, pelaku mendekati korban dan tidur di sampingnya.

“Setelah itu, pelaku langsung membalikkan tubuh korban. Agar korban tidak berontak kakinya oleh pelaku dipegangi,” ujar Bripka Isana Reny Antasari, Kanit PPA Polres Probolinggo.

Berhasil membalikkan tubuh korban, lantas pelaku memperkosa korban. Korban sempat hendak memberontak. Namun, gagal karena mulut korban ditutup oleh pelaku. Pelaku menutup mulut korban dengan tisu. Akibatnya korban pusing, hingga separo sadar. “Karena ditutup tisu itu, korban merasa pusing. Tapi, korban merasa bahwa tubuhnya diraba-raba oleh pelaku,” ujarnya.

Korban sendiri tidak berani menceritakan kejadian itu pada siapapun. Bahkan, terhadap ibu kandungnya. Apalagi, selama tinggal dengan pelaku dan ibu kandungnya, korban kerap mengalami kekerasan fisik dan psikis.

“Contohnya, mereka menyuruh korban ikut bekerja jaga warung dari jam 17.00 sampai 11.00. Setelah itu korban disuruh mengurus pekerjaan rumah tangga,” jelasnya.

Namun, lama kelamaan korban tidak kuat. Diapun kabur dari rumahnya. Korban kabur ke Lumajang. Hingga akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.

Pada ayah kandungnya itu, korban menceritakan pemerkosaan yang dialaminya. Tidak terima dengan kejadian itu, ayah kandung korban pun melapor ke Polres Probolinggo, pada Senin (30/9). “Korban diantar oleh ayah kandungnya melaporkan kejadian itu ke Mapolres,” jelasnya.

Petugas menurut Reny sapaannya, akhirnya mengamankan pelaku pada Rabu (9/10). Korban diamankan dengan cara dipancing. Awalnya, korban diberitahu bahwa korban akan mencabut laporannya.

Namun, dengan syarat pelaku harus datang ke kantor polisi. Mendengar hal itu, pelaku lantas datang ke Mapolres. Saat itulah, petugas langsung mengamankan pelaku.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Yaitu, baju korban, pecut, sandal dan sapu. Pelaku sendiri diancam dengan Pasal 76 D jo pasal 81 UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak. “Saat ini yang kami tangani adalah kasus pemerkosaannya. Untuk kasus penelantaran anak masih kami dalami,” jelasnya. (sid/hn)