Wow, Antrean Haji di Kabupaten Pasuruan Capai 27 Tahun

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Masa antrean berangkat haji di Kabupaten Pasuruan makin panjang. Saat ini, masyarakat yang mendaftar, baru bisa berangkat 27 tahun lagi. Atau berangkat pada 2046.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, semua antrean calon jamaah haji sudah terdata melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Siskohat ini berlaku online se-Indonesia.

“Jadi yang sudah mendaftar ke Kemenag, langsung di-entry dan dihitung, berangkatnya tahun berapa. Perhitungan ini melihat jumlah kuota se-Indonesia saat ini,” terangnya.

Menurutnya, tahun ini sebenarnya ada tambahan kuota jamaah haji dari Arab Saudi sebanyak 10 ribu orang. Namun, tambahan itu tak banyak mengurangi antrean, termasuk di Kabupaten Pasuruan.

Sebabnya, jumlah pendaftar haji tiap bulannya selalu tinggi. Berdasarkan data Kemenag, selama bulan Januari – September 2019, jumlah pendaftar haji mencapai 4.114 orang di Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini makin tinggi setelah musim haji dan kepulangan haji.

Tercatat pada Mei 2019, hanya terdapat 278 pendaftar. Sedangkan bulan Juni sebanyak 338 pendaftar.

“Lalu sejak bulan Juli terus tinggi. Juli ada 524 pendaftar, Agustus 636 pendaftar, dan September mencapai 805 pendaftar,” terangnya.

Saking banyaknya pendaftar, mereka yang mendaftar selisih satu bulan saja, bisa berangkat di tahun yang berbeda. Pendaftar bulan Juli – Agustus misalnya, diprediksi berangkat tahun 2045. Sedangkan mereka yang mendaftar pada pertengahan Agustus, diprediksi berangkat tahun 2046 atau masih menunggu 27 tahun lagi.

Panjangnya daftar antrean berangkat haji ini, menurut Imron, disebabkan oleh banyak hal. Selain tingginya antusias masyarakat untuk berhaji, juga terbatasnya kuota dari Arab Saudi.

“Selain itu, juga makin lamanya antrean pemberangkatan haji, justru membuat masyarakat lebih berbondong-bondong segera mendaftar haji,” pungkasnya. (eka/hn)